Sumber: KOMPAS.com

Antropolog sekaligus penggagas pendidikan bagi anak-anak suku asli yang tinggal di pedalaman rimba, Saur Marlina Manurung, menilai bahwa minat membaca orang di pedalaman lebih besar dari pada orang di kota.

“Minat membaca orang pedalaman dengan di kota saya jamin lebih besar orang pedalaman. Mereka belajar kehidupan sejak kecil, membaca apapun di sekitar mereka ┬ádan langsung dipraktikkan,”

ujar perempuan yang akrab disapa Butet Manurung itu pada acara Final Gramedia Reading Community Competition 2016, di Perpustakaan Nasional, Sabtu (27/8/2016).

Alam dan lingkungan, lanjut Butet, membuat orang pedalaman sudah terbiasa membaca tanpa media buku. Dia lalu mencontohkan, jika ingin menangkap tupai, maka orang pedalaman membaca dahulu vegetasinya dan arah angin, barulah kemudian mereka mempelajari dan mempraktikkannya.

Menurut Butet, orang pendalaman mudah sekali diajari baca dan tulis asalkan dengan cara menyenangkan dan dekat dengan kehidupan mereka.

“Kalau kita mengenalkan baca tulis dengan menyenangkan, secara otomatis buku itu akan mereka terima. Asal kita mengenalkan (baca dan tulis) dan mengajarinya sesuai dengan aktifitas keseharian mereka” papar peraih penghargaan “Heroes of Asia Award 2004” dari Majalah Time.

Untuk cerita selengkapnya, silakan mengunjungi:

http://edukasi.kompas.com/read/2016/08/29/08522371/minat.baca.orang.pedalaman.lebih.tinggi.daripada.orang.kota

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…