Sumber: KOMPAS.com 

Nursyida Syam percaya, untuk mewujudkan Indonesia yang hebat harus dimulai dari keluarga. Dan ibu adalah “madrasah” pertama bagi anak untuk belajar mengenal dunia. Keyakinan itu membuat Nursyida mengajak para ibu di desanya untuk membudayakan kebiasaan membaca. Segerombolan anak bersorak kegirangan begitu melihat mobil Nusyida memasuki Dusun Tangga, Desa Selengen, Kecamatan Khayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB.

Sambil melambai-lambaikan buku yang dipegangnya, mereka berlarian menyambut kedatangan Nursyida yang membawa setumpuk buku bacaan baru. Raut bahagia terpancar jelas di wajah anak-anak yang setiap pulang sekolah harus ke kebun untuk membantu orangtuanya bekerja. Di bawah rindangnya pohon siang itu, mereka berkumpul sambil membaca buku.

Bagi mereka, membaca buku adalah hiburan tersendiri. Pada saat anak-anak seusianya asyik memegang gadget dan bermain game online, anak-anak di dusun ini justru menganggap membaca adalah bermain.

“Mereka belum tersentuh dengan gadget, game online,” kata Nursyida. Mengunjungi taman bacaan masyarakat (TBM) seperti di Dusun Tangga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Nursyida bersama relawan-relawan di Klub Baca Perempuan. Mereka berkeliling dari satu dusun ke dusun lain untuk menukar buku-buku yang lama dengan buku-buku baru.

Semua ini rela dilakukan Nursyida karena merasa tergugah. Akses terhadap buku bacaan di beberapa daerah pinggiran di Lombok Utara yang masih susah, membuat pendiri Klub Baca Perempuan tersebut tergerak.

“Kita hadir untuk menjembatani hal tersebut,” kata Nursyida.

Saat ini, ada sebanyak 24 cabang taman baca yang tersebar di Lombok Utara. Lokasi taman baca terjauh berada di kaki Gunung Rinjani yaitu di Desa Sambik Elen, Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Berawal dari 200 buku

Tidak hanya meningkatkan minat baca untuk anak-anak, salah satu pemenang Gramedia Reading Community Competition (2016) ini juga mengajak para ibu rumah tangga di sekitar lingkungan tempat tinggalnya untuk gemar membaca. Namun niat mulia itu bukan perkara sederhana. Di tengah masyarakat yang jauh dari hingar bingar budaya literasi, membaca adalah kebiasaan langka.

Untuk cerita selengkapnya, silakan mengunjungi:

http://regional.kompas.com/read/2017/05/18/12420261/cerita.nursyida.syam.ajak.ibu.dan.anak.di.kaki.rinjani.gemar.membaca?page=2

Leave your vote

5 points
Upvote Downvote

Total votes: 5

Upvotes: 5

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Total
275
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…