1. Eka Dalanta

Kesan selama JK305,65K

Awalnya, saat Bang Togu menggolontorkan ide tentang penggalangan dana dengan berjalan kaki keliling Danau Toba sejauh 305,65 kilometer, yang saya bayangkan adalah betapa lelahnya berpindah tempat setiap hari, membangun “sarang” untuk menginap di tempat langkah berhenti setiap sorenya. Tapi bagaimanapun, penggalangan dana ini harus dilakukan. Alusi Tao Toba perlu kepastian terjaminnya ketersediaan dana operasional selama setahun ke depan. Maka, saya sebagai salah satu relawanpun mendukung ide “gila” Bang Togu untuk berjalan kaki mengelilingi Danau Toba.

Melebihi dugaan, perjalanan ini sangat menyenangkan. Seperti liburan rasanya, namun penuh tantangan. Setiap hari ada rasa deg-degan khawatir kondisi Bang Togu dan Biston. Apalagi kalau Namboru Ibu Bang Togu atau Eda Mamak Nous, Isteri Bang Togu sudah menelpon dan menanyakan kondisi Bang Togu. Hahaha… Terkadang harus sedikit menyimpan rahasia. Misalnya saat ditanya apakah kalau hujan kegiatan jalan kaki diberhentikan. Tentu saja saya jawab kalau hujan rintik tetap berjalan sedangkan bila hujan deras perjalanan ditunda. Padahal kenyataannya, beberapa kali saat hujan turun deras, langkah kaki Bang Togu tak bisa ditahan. Juga saat hari ketiga saat kaki Bang Togu keram, kondisi fisik menurun, dan melihat Bang Togu mengigil, rasa cemas saat ditanya Mamak Nous pun harus pandai-pandai disembunyikan.

Perjalanan 305.65 kilometer ini kaya pengalaman baru, teman-teman baru yang semuanya punya keunikan masing-masing. Apalagi orangnya asyik-asyik. Al yang tidak sakit hati menjadi subjek yang selalu digodain, atau Aji yang serba bisa (bisa jadi tukang pijat Bang Togu dan bisa jadi Mac Gyver), Azas yang cool tapi baik hatinya, Boby yang ternyata gesit menjadi tim siaga 1, dan teman-teman di Alusi Tao Toba yang sudah teruji semangat kerelawanannya. Angkat topi untuk semua. Saya bangga menjadi bagian dari aksi penggalangan dana ini. Saya bangga dengan Bang Togu. Keteguhan hatinya sekokoh karang di lautan. Niat dan ketulusannya seluas samudera.

Pengalaman baru lainnya adalah kesempatan mengelelilingi keseluruhan lingkar luar Danau Toba selama 8 hari. Bertemu orang-orang baik di setiap daerah yang dengan tulus menerima kami menumpang bermalam di rumahnya. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan menikmati pengalaman ini.

Perjalanan ini membuat saya tak berhenti takjub terhadap sisi-sisi Danau Toba yang belum pernah saya kunjungi. Tempat-tempat yang tidak jamak namun menumbuhkan kecintaan terhadap Danau Toba, terhadap Indonesia. Terima kasih Alusi Tao Toba dan Literasi Nusantara untuk event keren ini, untuk cita-cita menjaga mimpi-mimpi anak-anak di Danau Toba. *big hug

 

2. Doan Bobby Rajagukguk

Ketika kak Eka dan Andi kasih tau kegiatan ini, aku antara yakin atau tidak bisa melewati ini dengan jalan kaki, karena sebelum nya aku udah pernah mengelilingi danau toba dengan menggunakan kreta(sepeda motor) capek nya luar biasa, apalagi jalan kaki ya.
Langkah demi langkah di jalani,hari demi hari dilewati, semakin membuat aku yakin 305,6km bisa diselesaikan tanpa kata menyerah.

Begitu banyak kenangan yang terukir manis maupun pahit selama 8 hari yang kita lalui bersama, dan tak terasa waktu itupun tiba.
Derai canda tawa, pilu telah menjadi moment yang akan selalu membekas dalam kisah perjalanan kita. Begitu banyak pelajaran kecil maupun besar yang ku peroleh bersama kalian.

Hanya kata, “Terima Kasih” yang dapat kuucapkan teruntuk bang Tugo simorangkir, yang mengizinkan aku berada di tim berjalan kaki 305,6km mengelilingi Danau Toba, Dan buat teman-teman (kak Eka dalanta, Andi gultom, mas Azas, bro Aji, mba Alchia, Ima siregar, Andar situmorang) yang bersedia menerima aku ada ditim.
Kata Salut kuucapka kepada bang Togu dan bang Biston yang berjalan terus sejauh 305,6km, untuk membatu mejuwudkan mimpi anak-anak sekitaran Danau Toba. Sampai-sampai mereka dianggap orang gila, tapi mereka menanggapi itu dengan candaan yang membuat tim terawa😄.
Percayalah, entah esok lusa, atau bahkan nanti, semua kenangan yang telah kita lalui ini akan selalu kita rindukan.
Walaupun jarak membentang memisahkan kita, kuharap ini bukan suatu hambatan bagi kita untuk bersilaturahmi. Karena, selamanya kalian tetap menjadi sahabat dan keluargaku.
Jika ada salah atau ucapan yang kurang mengenakkan buat bang Togu dan tim saya mohon Maaf sebesar-besarnya.

Pokoknya mantap, terus jaga silaturahmi, jaga terus persaudaraan diantara kita, jangan lupa berbagi dan harus ada kata cukup seperti yang dibilang bang togu, supaya tidak ada korupsi.

 

3. Aji Yk Putra

Awalnya saya tidak tahu apa itu Silangit dan ternyata bandara. Malam sebelum berangkat, handphone di saku celana bunyi, mendapatkan tugas untuk ke Silangit besok pagi dari Kepala Desk Regional Kompas.com Caroline Damanik.

Saya pun dihubungi Azas dari Gramedia, karena untuk mengiikuti tim Literasi Nusantara yang melakukan kegiatan literasi di Danau Toba selama delapan hari kedepan.

Waktu yang begitu mepet, tidak sempat membuat saya mencari tahu bagaimana kondisi cuaca di tanah Danau Toba (seperti kebiasaan keluar kota pasti mbah google dulu…wkwkwkwkkw).

Azas pun memberi tahu jika untuk mempersiapkan alat laiknya seperti camping. ya aku pun mikir, mungkin tak sedingin gunung, (jadi bawa sleeping bag yang lucu, tipis, kayak pempek crispy).

Peralatan pendakian yang biasa aku bawa didalam lemari kamar pun hanya SB dan tas tahan air (maklum laptop organik jadi istri pertama). Sedangkan sarung tangan, Gaiters (pelindung kaki dari hujan) jaket tebal aku tinggalkan dan hanya membawa selembar jaket tahan hujan yang tipis (jadi kedinginan di hari pertama).

Wajah bang Togu pertama kali aku lihat dan kami berjabat tangan menjadi tanda tanya ku ( benarkah ini bang Togu bisa, delapan hari berjalan dan umurnya sudah 41 tahun hari itu).

hari pertama aku jalani, aku coba jalan kaki untuk memahami karakter bang Togu dan Biston. Sedikit demi sedikit aku menggali cerita dari Bang Togu, apa latar belakang orang ini. begitu juga bang Biston.

Satu hari berlalu, aku baru tahu jika Bang Togu bukan melakukan aksi yang hanya mencari dana untuk rumah belajar saja. Aku baru dapatkan niat tulusnya untuk anak danau toba dari ceritanya soal pendidikan di tanah Danau Toba.

Perjalanan hari demi hari disekolah, dengan mata kepala dan pendengaranku sendiri, melihat jika anak di seputar Danau Toba sangat kurang membaca buku karena mereka yang ada di pelosok sementara penyaluran buku sangat begitu kurang. Semangat agar mereka membaca, ternyata menjadi pemacu bang Togu dan Biston.

Oke, itu sekilas untuk bang Togu, bang Biston tak henti-hentinya membuat aku kagum. Pria ini yang pertama kali aku lihat berjalan sejak hari pertama dan terakhir ini, tak bisa menyelesaikan sekolahnya. Namun, itu jadi pemacunya agar anak disekitar Danau Toba tak mengikuti langkahnya untuk berhenti sekolah ditengah jalan karena terkendala biaya dan pengaruh lingkungan.

Aku sedikit terdiam mengetahui jika bang Biston tak bisa menyelesaikan sekolahnya karena terbentur biaya ekonomi keluarga. (luar biasa bang Biston, aku baru ketemu orang yang seperti ini,, sumpah)

Bang Biston, memutuskan menjadi relawan Yayasan Alusi Tao Toba dan menjadi kapten kapal belajar mengelilingi Danau Toba. Itu bukanlah perkara mudah, kapalnya sudah beberapa kali nyaris terbalik, tapi itu tidak membuatnya takut.
Niat bang biston begitu tulus.

“ Aku tak sanggup melihat bang Togu jalan sendirian, jadi aku ikut. Kan biar bisa ada teman ngobrol, kalau sendirian kasihan juga. jadi aku ikut jalan,” itu kata-kata yang diucapkan bang Biston.

Hatiku semakin terenyuh, mendengar ucapan Bang biston, begitu besarnya tekad sebagai teman untuk mendampingi bang Togu mengelilingi Danau Toba. Aku pun akhirnya ikut berjalan.

Dannn…..ternyataaaa…. bang Biston itu lucuuuuuuu sangatttt…. perutku tak henti-hentinya menahan sakit karena ketawa mendengar candaannya yang seabrek, ada saja bahan ceritanya yang membuat ketawa.

Lelucon bang Biston, pun membuat perjalanan delapan hari tak terasa.

“ itu namanya pohon bermaksud” kata Bang Biston saat kami berjalan.

Aku pun bertanya dalam hati, apa itu pohon bermaksud, apa itu sebutan nama pohon untuk daerah sini?

“ Iya pohon bermaksud, pohon ber-ingin,”kata bang Biston, membuat laju kaki bang Togu Berhenti.

“ Ton, ini tanjakkan lohh,” kata Bang Togu, menahan ketawa karena nafas yang sudah ngos-ngosan.

Ketawa lantang aku pun akhirnya terlepas, ya masih banyak lagi cerita lucu bang Biston. Soal cewek di pesawat yang ternyata kotak hitam, sampai banci kenak razia…Pol-PP.

Aku perhatikan hari demi hari kaki bang Biston melepuh karena tergesek sepatu akibat jalan panas dan tanjakkan terjal. Jari kakinya harus dilapisi plaster agar tak terasa sakit ketika berjalan.

kaki kirinya bengkak, karena menahan berat badan, tapi aku sempat bilang jangan lanjutkan bang kalau tidak sanggup karena bahaya.

“ Apa yang aku mulai, harus aku selesaikan, nggak apa-apa, aku tetap temani bang Togu, nggak enak sendirian. Nanti besok pagi sudah bisa jalan lagi,”ucap bang Biston.

Aku kembali menghela nafas (nahan air mata sih, mataku merah melihat ucapan bang biston mungkin sakit mata, tapi sumpah hatiku terenyuh mendengar ucapan bang Biston) 🙁

Oke itu cuplikan dua sahabat karib, Andar, adalah ABG yang memutuskan membawa kereta (sebutan motor disana). Andar tugasnya adalah membawa buku bacaan untuk anak dan memasuki desa-desa.

Tiga hari aku di Viar (motor gerobak khusus angkutan) dan duduk dibelakang, Andar bercerita banyak orang kampung yang sering mengiranya adalah penculik anak… (aku sempat ketawa…hahahahhaha…maklum sih, isu soal penculikan anak lagi ramai sekarang).

Tapi, Andar tetap gigih, “omongan”orang kampung ia tepis, banyak siasat yang digunakan Andar hingga akhirnya para orangtua anak percaya kepada Andar.

“kalau aku masuk ke daerah pertama yang belum pernah, aku ngopi dulu dua samapi tiga kali, sambil tanya-tanya anak-anak sini suka baca buku nggak,” kata Andar.

Itu rupanya metode intel,,Lu keren brooooo…. hahahahhaha

Andar berhasil, masuk ke daerah-daerah hanya untuk membawa buku bacaan untuk anak-anak. Dia sabar, menunggu anak-anak membaca.

“ sampai jam 5 atau jam 4 sore selesai, takutnya nanti ganggu jam anak untuk membantu orangtua dirumah. Ya kalau pertama-tama dibilang mau culik anak, akhirnya aku dikasih kopi sama orangtua anak-anak ketika aku bawa buku, mereka akhirnya percaya,” itulah kata Andar.

Boby, luuu kerennn brooo…..Iya namanya adalah Boby Siraja Guguk….Boby telah menyelesaikan kuliahnya tahun ini dan tinggal menunggu wisuda. Boby ikut tim kami, untuk jalan kaki.

Dia juga ternyata adalah relawan untuk Alusi Tao Toba, Boby ikut berkecimpung ke rumah bejalar anak Danau Toba. Sewaktu ke Sekolah, ternyata Boby adalah pecinta anak-anak.

Ia sering mengajarkan anak-anak baris berbaris, yaaa tau sendiri kan anak-anak sukanya main.

Boby juga adalah tim siaga satu, dia tukang sapu jalan belakang jalan santai. Alcia (anak Gramedia) kadang jadi guyonan kami untuk memecah suasana. Kalau kami bercanda masukkk pak Eko…. iramanya kayak main gitar tik-toknya samaa….wkwkwkwkwkwkw…

Alcia awalnya adalah wanita berkerudung dan memakai kacamata kelihatannya manja, tapi… sifat manjanya berkurang sedikit demi sedikit setelah di diksar oleh Azas seniornya…

Aku ngekek dong, tapi dia beneran berubah nggak manja kayak hari pertama, hari ketiga berubah, dia ingin ikut jalan. Jarang ngeluh juga…

Azas, dia adalah otak tim, meski masih muda perjalanan juga dia atur ritme untuk istirahat. Kadang kelihatan serius, tapi kalau kami sedang ngebully Al (sebutan Alcia) dia ikutan nambahin, akhirnya aku, Boby, dan Azas ngebully Al.

Maaf ya Al, itu untuk sekedar melepas penat kami, ya kadang-kadang kebo juga jadi bahan bully (belum terjawab, kerbo cebok gimana)…wkwkwkkww

Kak Eka dan bang Andi, adalah sepasang kekasih yang ritmenya keren, mereka serasih lohhh…Bang Andi jago ambil video dan foto dengan kameranya. Kak Eka jago buat tulisann…mereka ini ternyata suka jalan-jalan dan mengabadikan momen terindah di pesisir danau Toba.

ini pasangan bener-bener keren, gua sukaa… saling mendukung..(ya kadang bang Andi diomelin kak Eka karena gak pakai safety belt saat nyetir) wkwkwkwkkw…

Kak Eka ini sosok jiwa keibuannya hebat juga, karena suka omelin bang togu yang bandel karena melipat kaki habis jalan kan nggak boleh…hahahahahhaha

Tapi intinya, delapan hari perjalanan mengelilingi Danau Toba aku mendapatkan keluarga baru, semuanya punya misi yang mulia. Banyak suasana baru yang aku alami disana, warga Sumut pun sangat tinggi untuk toleransi agamanya… semuanya baik dan sangat baik.. aku kagum dengan warga Sumut…

Tetap jaga Danau Toba kawan-kawan….Horass!!!!!!!!!!!!!!!!

Hampir ketinggalan, Imaaa….. dia sosok perempuan yang nyiapin makanan kami, pas malam dan pagi juga buat kopi untuk tim…..seluruh logistik yang ngelola ima… masakannya enak.. Ima rela delapan hari dengan kami untuk jadi juru masakkk… ini temannya Al kalau di bully… ima yang belain….

kalian hebat teman-temannn….

 

4. Andar Tantowi Situmorang

Sejak aku diberitahu akan ikut dalam tim pengiring di aksi keren bang Togu, yang orang bilang sebuah Kegilaan, perasaan sudah tidak sabar. Bagaimana tidak karena merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri bisa ambil andil dalam kegiatan seperti ini. Karena merupakan sebuah sejarah tersendiri. Kesan keseluruhan pastinya seru, orang-orang baru, tempat-tempat baru, pengalaman baru, dan pelajaran baru yang aku dapat dari setiap tim jalan kaki 305.65 km ini. Meski banyak kesalahan yang aku buat dari awal perjalanan aku sangat kagum karena semua tim bisa berbesar hati memaklumi sifat ku yang belum dewasa. Banyak pelajaran yang aku dapat, terutama dari opung Nestor, bang Aji yang menemaniku di Viar sambil mengiring bang Togu dan bang Biston berjalan kaki dengan semangatnya. Sebenarnya melihat kegigihan mereka jiwa muda ku ingin sekali ikut menemani mereka berjalan. Kalo sampai aku tidak berjalan barang beberapa kilometer pasti jadi sebuah penyesalan bagiku. Meski harus membuat bang Biston kesal karena aku bersikeras jalan paling tidak tak ada penyesalan lagi. Hehehe.

Banyak hal yang aku dapat, mulai dari candaan kepada bang Boby dan kak al, guyonan bang biston yang ga ada habis habisnya , antusias tiap orang yang menyambut tim di tiap peristirahatan perjalan dan haru saat melihat tangguhnya bang Togu dan bang Biston menaklukkan jalan lingkar Danau Toba di panas maupun hujan. Aku harap melihat kegigihan orang orang keren ini semangat berbagi semakin meningkat, semoga usaha yang dilakukan tidak sia sia dan dapat bermanfaat kedepan nya. Sebuah kesempatan yang Sangat berharga bisa berada di dalam tim keren ini.

 

5. Ima Novita Siregar

Pertama kali mendengar kalau bang Togu akan jalan kaki sejauh 305,65 km, dalam hati berpikir ” ah ada-ada saja loh ide abang ini ” pikirku. Tapi Danau Toba saja bisa kok ditaklukkan, dimana resikonya besar sekali. Sewaktu-waktu bisa saja abang itu kelelahan dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi meski pada saat itu ada team medis juga team rescue. Jalan Kaki 305,65 km juga pasti bisa. Dan puji Tuhan, 305,65 km bisa dilalui. Salut buat bang Togu juga bang Biston. Mereka berdua orang yang keren dan luar biasa. Kalau melihat dari fisik, orang pasti berpikir bagaimana mereka berdua ini akan melewatinya? Badan saja sudah cukup berat. Hehe… Kali ini saya belajar, melihat apa yang mereka sudah lakukan. Bahwa kau mungkin tidak akan cukup kuat untuk melakukannya kalau hanya dengan kekuatan fisik saja. Kekuatan niat tulus bang Togu juga bang Biston untuk anak-anak Danau Tobalah yang membuat mereka bisa bertahan. Hormat dan salut kami yang ada di lapangan ( Sopo Belajar & Kapal Belajar ) untuk kalian bang.

Sempat membayangkan bahwa selama 8 hari ini mungkin akan membosankan. Bang Togu akan berjalan kaki dan kita hanya akan mengikutinya dari belakang. Ternyata tidak, selama perjalanan, saya, Al juga Azas yang memang ada dalam satu mobil selalu bilang “wah tidak terasa ya ternyata sudah tinggal beberapa hari lagi”. Senang bertemu kalian Al, Azas, bang Aji juga bang Bobby. Ada saja tingkah kalian yang membuat perjalanan kali ini terasa menyenangkan.

Pengalaman yang tak kalah seru, akhirnya saya bisa mengelilingi dan menikmati keindahan Danau Toba. Bertemu orang-orang keren yang mau memberikan kami tumpangan untuk beristirahat. Setiap daerah yang kami lalui, selalu saja ada orang-orang yang datang untuk memberikan dukungannya. Senang rasanya menjadi dari event kali ini.

 

6. Biston Manihuruk

ketika bang togu merencanakan jalan kaki sejauh 305,65km saya di ajak untuk mengiring dia jalan membawa viar sama andar dimana viar akan membawa perlengkapan logistik sekalian minyak karo, akan tetapi di hari pertama kita berangkat jam 5:15 pagi saya serasa tidak tega aja liat bang togu jalan sendiri, saya pun ikut jalan dan di kilo meter sembilan kiya istirahat sebentar sambil makan pisang dan roti, ketika melanjutkan perjalanan saya ngomong ama bang togu “bang aku jalan ssampai finish ya”
bang togu bilang “ayo kalau gak sanggup jangan paksa ya ton”
dan aku jawab “siap bang”, dan puji Tuhan saya bisa sampai finish walau pun di hari ke empat dan lima saya hanya mampu 25 dan 27 km, dikarnakan kaki kiri keseleo dan kanan lecet, dan itu tdak membuat saya mundur karna melihat semangat bang togu untuk memelihara mimpi anak-anak pinggiran danau toba, dan ketika istirahat kita tambah semangat karna kita punya team yg keren-keren ada bang aji, bobby, kak eka, alicia, ima, andar, bang andi, bang azas senang sekali bisa kenal sama abang dan kakak semuanya, dimana saya bisa belajar dari kalian, ohya kalau ada kata-kata atau tingkah ku yg gak nyenengin aku minta maaf, dan ditambah lagi setiap kita mau istirahat malm selalu aja ada masyarakat yg mendukung dan menyambut semua team JK 305,65km, inti dari semuanya sangat keren I love you all untuk team JK 305,65km

 

 

 

 

 

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…