‘Membaca adalah jendela dunia’ dan ‘membaca adalah jembatan ilmu’ atau ‘buku gudang ilmu, dan membaca adalah kuncinya’ telah lama menjadi jargon yang disepakati oleh masyarakat secara umum. Namun dalam realitas yang sesunguhnya, berapa banyak orang yang membaca? Berbagai data yang menunjukan keterpurukan literasi kita khususnya dalam bidang membaca adalah salah satu bukti kongkrit bahwa budaya baca kita belum mengakar. Padahal membaca adalah tiang pokok jenis-jenis literasi lainnya, melandasi penguasaan dan kemampuan literasi lainnya sehingga membaca menjadi unsur terdalam pada segala jenis literasi. Hal ini kemudian menjadikan membaca sebagai penyangga utama terwujudnya masyarakat literat.

Dalam kondisi demikan, perlu usaha ekstra keras agar ‘buku gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya’ tidak hanya sebatas menjadi lipstick saja. Pertama dan yang paling utama untuk mencapai itu tentu saja adalah dengan cara menghadirkan buku-buku dan memperbanyak ruang-ruang gerakan seperti Taman Bacaan Masyarakat tapi apakah kehadiran buku-buku keren yang ditata di rak super bagus di sebuah Taman Bacaan Masyarakat akan ujug-ujug menumbuhkan budaya baca? Pada masyarakat yang belum memiliki budaya yang kuat, kehadiran buku tentu saja akan sia-sia tanpa diserta kreativitas agar mereka mau membaca. Dalam hal ini para pengelola TBM memiliki peran penting guna menggali ide hingga lahir program-program kreatif yang memancing calon pembaca mau berkunjung ke TBM. Ruang-ruang interaksi di TBM selanjutnya menjadi momen penting sebagai celah memberikan pemahaman bahwa membaca itu benar-benar penting.

Taman Bacan Masyarakat atau apapun namanya tanpa kreativitas dari si pengelola hanya akan jadi rumah buku yang dingin dan kaku. Oleh sebab itu TBM harus menjadi ruang kampanye membaca yang juga dirancang untuk menumbuhkan kreasi dan rekreasi. TBM jangan hanya menyediakan buku-buku untuk dibaca, tetapi juga harus melibatkan aktivitas yang melibatkan pengunjung hingga timbul berbagai macam kreasi dari pengelola dan pengunjung. TBM harus menjadi ruang kampanye membaca yang menanggalkan kesan bahwa ruang ini hanya bagi mereka si kutu buku, sebuah ruang penuh buku dengan suasana yang harus selalu sunyi. TBM harus menjadi ruang kampanye membaca yang memberi efek hiburan bagi pengunjung di luar kegiatan membaca.

Dengan demikian serangkaian program yang menarik supaya orang-orang mau datang wajib dirancang dan disuguhkan kepada para pengunjung. Apa saja itu? Misal kegiatan mendongeng. Melalui kegiatan ini besar kemungkinan akan banyak anak-anak terpancing untuk datang karena ingin mendengarkan dongeng. Dalam hal ini pengelola harus berpikir keras bagaimana agar dongeng yang disuguhkan menjadi dongeng yang menarik. Misal, selain isi dongeng yang dibawakan menarik, bantuan media boneka tangan adalah alternatif yang bisa membuat suguhan dongeng lebih menarik lagi. Melalui kegiatan mendongeng, selain akan mampu mengasah kemampuan literasi dini anak-anak, si pendongeng juga bisa menyisipkan pesan moral dan tentunya ajak untuk rajin membaca. Program kreatif lainnya yang bisa disuguhkan di TBM adalah nonton film. Selain kegiatan ini juga akan menambah wawasan dan menghibur, juga bisa dijadikan media latihan menulis resensi. Di luar contoh di atas tentu masih terdapat segudang contoh lain kegiatan kreatif yang bisa diselenggarakan oleh TBM. Beberapa contoh lainnya adalah: membaca bersama, diskusi buku, belajar baca dan menulis puisi, belajar menggambar, mengisi dan mengkreasi mading, bermain musik, pelatihan menulis berita, belajar drama, berlajar memasak melalui resep dari buku, dan lain-lain.

Melalui kegiatan kreatif, potensi untuk menarik perhatian masyarakat supaya datang ke TBM akan lebih terbuka dibandingkan hanya menjajakan buku di rak. Dengan kehadiran masyarakat ke TBM potensi untuk memapar mereka dengan pemahaman tentang pentingnya membaca terbuka lebar. Mungkin sebagian besar pengunjung, awalnya tertarik dengan kegiatan yang kita buat tanpa berniat untuk membaca buku. Namun lambat laun, beberapa orang atau mungkin sebagian besar bahkan semua pengunjung sangat berpotensi untuk mulai meraba buku, membukanya hingga larut menikmati buku.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…