Membaca intensif dan ekstensif merupakan kebiasaan yang tanpa kita sadari, sering kita lakukan. Sehari-hari pasti banyak sekali bacaan yang berseliweran di hadapan kamu. Baik melalui bentuknya secara daring (online) seperti artikel di media massa, buku elektronik, dan lain-lain maupun luring (offiline) yang tercetak. Dari sekian banyaknya bacaan-bacaan itu, mungkin secara tidak langsung kamu menggunakan salah satu metode seperti yang ada di judul: intensif atau ektensif. Dari namanya mungkin kamu sudah dapat menebak artinya. Untuk lebih tahu bagaimana, yuk coba kamu ikuti cerita di bawah ini.

Analogi membaca intensif dan ekstensif

Sekolah Budi Luhur hendak mengadakan ujian pada minggu depan. Lili dan Nusa sadar bahwa mereka harus segera banyak belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena itu, mereka berdua sepakat menggunakan sebagian waktu istirahatnya untuk belajar di perpustakaan. Mereka memutuskan untuk belajar sosiologi, karena keduanya belum begitu paham sosiologi. Lili dan Nusa memasuki perpustakaan yang berada di belakang gedung pertemuan sekolah.

Buku yang dipilih oleh keduanya tidak sama. Lili membawa satu buku dan Nusa membawa banyak buku sekaligus. Lili dan Nusa memilih bangku di sudut yang cukup hening dan nyaman untuk membaca. Kegiatan membaca pun dimulai. Keduanya terhenyak dalam bacaan masing-masing. Beberapa kali Lili mengerutkan dahi, mencoba memahami bacaannya. Sementara Nusa dengan tempo yang lebih cepat dari Lili, membalikkan halaman. Masing-masing mencatat apa-apa yang menurut mereka penting.

***Mari kita bayangkan menjadi Lili.

Bola mataku secara jeli melihat satu per satu kata yang berkumpul menjadi sebaris kalimat, dan barisan kalimat ini menjadi membentuk paragraf. Aku berusaha mengkhayati masing-masing kaitan satu paragraf dengan paragraf selanjutnya. Aku membaca pelan-pelan, berusaha melihat semua detail dan berusaha memaknai semuanya. Aku membaca dari teks-teks pendek yang membentuk pola sehingga aku dapat menyadari bagaimana si penulis menerakan kata-kata melalui polanya. Tak lupa aku mencatat hal-hal penting mengenai sosiologi yang aku butuhkan untuk mendapatkan nilai ujian semaksimal mungkin.

***Mari kita bayangkan menjadi Nusa.

Dari banyaknya buku di hadapanku ini, aku hanya membutuhkan yang aku cari seperti apa pengertian sosiologi, bagaimana ia bermula, kenapa harus ada sosiologi, dan lain-lain. Setelah membaca satu paragraf pengertian sosiologi, aku tak melanjutkan kegiatan membacaku ke paragraf selanjutnya, namun kulanjutkan dengan mencari pengertian sosiologi di buku lain. Aku menyaring beberapa jawaban dan menuliskan intinya pada catatanku. Maka dari itu aku membutuhkan banyak buku karena aku membutuhkan pengertian inti dengan membaca secara efektif dan efisien.

Baca juga: Empat Teknik Membaca Berjenjang yang Harus Dikuasai Pendamping Taman Baca Masyarakat

Pengertian singkat

Sekarang kamu sudah mempunyai gambaran seperti apa metode membaca intensif dan ekstensif itu. Tapi, kamu tentu ingin mendapatkan pengertian yang lebih dalam.

Pada situs Academia, dalam Dictionary of Reading yang ditulis oleh L. Theodore Harris, membaca intensif adalah program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis. Dari pengertian itu, yang merupakan kategori membaca intensif adalah orang-orang yang membaca suatu tulisan dengan teliti, yang dapat melihat pola tulisan yang ditulis pengarangnya, evaluatif, dan biasanya memanfaatkan ide-ide tulisan ke dalam kehidupannya sehari-hari. Umumnya para penggiat sastra menggunakan metode membaca intensif ini.

Masih dari sumber yang sama, membaca ekstensif adalah program membaca yang dilakukan secara luas. Para siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki, baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Karena membaca ekstensif merupakan program membaca secara luas, maka implikasinya antara lain: bahan-bahan bacaan harus beraneka dan luas. Tujuan metode ini adalah hanya sekadar untuk mendapatkan isi yang penting saja dengan waktu secepat mungkin. Dari kategori ini, ciri-ciri pembaca ekstensif adalah mereka yang membaca dengan tujuan mengetahui gambaran umum suatu bacaan dalam waktu sesingkat-singkatnya dengan contoh bacaan seperti kajian ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, maupun berita-berita dengan topik yang sama.

Jadi, kamu Lili atau Nusa?

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…