Pendiri:Dayu Rifanto
Kontak: 0812 2296 7475
Alamat: Perumahan Bulog 3, Kavling A8 Jl. Rojolele Jatimelati Kav A8 No. 22 Pondok Melati Bekasi
Naburua Permai blok H 19 Kelurahan Nabarua Kabupaten Nabire Papua

Pada April 2012, bermula dari keinginan membantu seorang sahabat semasa kuliah di Yogyakarta yaitu Pak Guru Longginus Pekey. Pada saat itu , Pak Guru ingin membuat sebuah perpustakaan bagi komunitasnya di Nabire, tetapi tidak memiliki buku—buku bacaan yang cukup. Dengan modal nekat Dayu Rifanto membuat akun twitter @bagi2buku untuk membuat gerakan konsep inisiatif menggalang bantuan buku. Banyak waktu mulai diporsikan untuk menatap interface twitter agar sosialisasi gerakan tersebut tetap berjalan konsisten sembari kuliah di Universitas Diponegoro, jurusan manajemen Sumber Daya Manusia.

Marco namanya. Satu dari beberapa teman baru di twitter yang merespon gerakan ini dengan antusias. Ia pun mengajak Dayu Rifanto untuk bertemu dan berbicara lebih jauh tentang gerakan ini. Marco tertarik untuk ikut bergerak. ‘‘Kira-kira, apa yang bisa menjadi ciri khas kita?’’. Spesifiknya, mereka ingin menjaring orang untuk mendonasikan bukudengan titik tuju pengiriman bukunya ke Papua. Semula Dayu Rifanto ingin memakai nama akun @bukuuntukpapua namun telah terpakai. Akhirnya ia menghilangkan huruf u menjadi @bukuntukpapua demi kepraktisan nama dan agar bisa membedakan dengan akun twitter @bukuuntukpapua.

Setelah pertemuan itu, tercetuslah nama gerakan bersamaan dengan nama akun twitter baru; @bukuntukpapua. Twitter saja sangat tak cukup. Akhirnya Dayu Rifanto melebarkan sayap gerakan ini dengan membuat fanpage bukuntukpapua di facebook beserta website menggunakan domain www.bukuntukpapua.org. Setelah berjalan hampir setengah tahun, ada respon dari teman-teman @rumahbacapanter di Depok pada akhir tahun 2012 untuk mendonasikan 500 buku.Dari sana, Dayu gabungkan pula beberapa buku yang dimiliki untuk dikirim ke Longgi di Nabire. Koleksi buku baru di rumah baca Longgi.

Pada tahun 2013 —2014 jejaring komunitas bukuntukpapua bahkan sampai ada di 20 kota di Jawa dan di Papua. Kelas Cerdas pun diselenggarakan di berbagai kota untuk mengedukasi. Selama bergiat sepanjang 5 tahun ini, bersama delapan temannya yang peduli pendidikan di Papua mendirikan sebuah yayasan yang menaungi kegiatan dari Bukuntukpapua. Yayasan ini memiliki tiga buah program, yaitu Bukuntukpapua, Asah Diri dan Papua Cendekia.

Dalam mengelola gerakan ini pun, Dayu dkk menyusun tiga pilar dari @bukuntukpapua, dimana ada komunitas peduli pendidikan Papua yang berjejaring di berbagai kota. Kegiatan sejauh ini yang dilakukan sifatnya sosial, dan pendanaan berasal dari donasi individu maupun korporat yang tertarik mendukung Dayu dkk, walau tidak banyak. Selain itu, agar bisa membiayai terus pendirian ruang baca di Papua maka dibuat program kedua, yaitu Asah Diri dan ini adalah program pelatihan dan pengembangan yang keuntungannya digunakan untuk mendukung kegiatan Bukuntukpapua. Sebagai bagian dari pengembangan program juga maka di Bekasi kami membuat kegiatan sosial Steam Motor dan Mobil sekaligus ruang baca Asah Diri di kampung sawah. Dari kegiatan yang sedikit dan kecil, harapannya akan ada dan tumbuh ribuan ruang baca di Papua, juga berbagai kegiatan literasi karenanya tapi tidak lupa kami berkontribusi pada daerah dimana kami berada, saling support saling bantu demi Indonesia.

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…