Pendiri : Muhammad Fauzi
Kontak : 083856253617
Alamat : Jl. Sukorejo baru RT:09, RW:03, Buduran Sidoarjo.

Sehat dan cerdas ala tukang jamu

Jamu merupakan salah satu warisan leluhur nusantara yang harus dilestarikan. Minuman
tradisional yang terbuat dari rempah-rempah dan diakui dunia akan berbagai manfaatnya
untuk kesehatan tubuh. Berbicara kesehatan, tentunya ada sumber lain yang juga tidak kalah
menariknya yaitu buku.

Buku ‘’ bahan bacaan ’’ seperti halnya jamu bisa menjadi alternatif untuk mereka yang sedang sakit. Buku bisa dijadikan terapi bagi mereka yang mengalami kegelisahan atau dirundung
masalah. Tentunya dengan cara membaca buku-buku yang bersifat positif.

Berbicara mengenai jamu dan buku, di Sidoarjo ada lelaki yang akrab disapa Fauzi Baim.
Fauzi dalam kesehariannya berjualan jamu keliling sembari membawa puluhan buku. Buku
yang ditata rapi digrobak jamu itu dipinjamkan gratis kepada para pelanggan jamu maupun
warga yang kebetulan berada dijalur dia keliling. Adapun rute Fauzi keliling disekitaran desa
Tebel dan Karangbong kecamatan Gedangan.

Tidak hanya berjualan jamu sembari membawa buku. Fauzi juga memiliki beberapa program kegiatan yang cukup luar biasa, yaitu Buku Masuk Warung. Untuk Buku masuk warung, fauzi menuturkan saat ini ada sekitaran seratus warung yang turut kerjasama dalam program ini.
Angka itu, bagi Fauzi masih kurang karena dia memiliki target ditahun 2017 ini ada 200
warung yang bisa diajak kerjasama dalam mendukung program ini. Tidak hanya itu, jika anda berkunjung dikediaman fauzi Desa Sukorejo Rt 09 Rw 03 Kecamatan Buduran anda akan
sangat terkejut dibuatnya.

Rumah yang tampak hijau dengan aneka tanaman segar dan didalamnya penuh dengan
ribuan koleksi buku, menjadikan Rumahnya salah satu tempat yang harus dikunjungi.
Terutama mereka yang cinta bahan bacaan dan ingin meminjam buku. Tidak hanya penuh
dengan ribuan buku, pria kelahiran 7 mei 1982 ini  juga menjadikan rumahnya untuk sekolah gratis mulai Paud, TK dan SD.

Untuk pendidikan yang modelnya sama dengan sekolah alam, fauzi menuturkan bahwa dia
memiliki titik fokus pada kecintaan alam dan lingkungan.  Tidak hanya itu saja, anak-anak yang belajar di Yayasan Bustanul Hikmah yang dikelola Fauzi ini, siswanya menghafal-
kan Al-Quran. Jadi anak-anak mendapatkan bekal ilmu agama dan ilmu komputer.
Ilmu agama untuk bekal didunia dan akhirat, ilmu komputer untuk bekal hidup kelak.
tuturnya sembari tersenyum.

Perpustakaan yang berawal dari sekitar 37 eksemplar buku koleksi pribadi dan ditambah buku
bekas yang dibeli dari tukang loak menjadi awal Fauzi mendirikan Perpustakaan. Namun,
siapa sangka jika kini aktifitasnya berbuah manis dan berkembang cukup luar biasa. Oleh
karena itu, rumahnya kini menjadi pusat belajar bagi masyarakat yang ada disekitarnya.

Seperti halnya ketika  pagi hari sekitar pukul 07.00, rumah Fauzi sudah dipenuhi dengan anak-anak yang sekolah. Dan pada sore harinya rumah ini dijadikan tempat anak-anak belajar
agama ‘’ TPQ’’. Adapun jumlah santri fauzi sekitar 125 yang kebanyakan dari warga sekitar
rumahnya. Dan untuk mengajar TPQ, Fauzi menyerahkan tugas ini kepada istrinya yaitu
Imroatul Mufidah dibantu adik Istrinya yang kebetulan juga hafidz.

Sementara itu untuk membiayai semua kegiatan Fauzi menyisihkan dari penghasilannya
berjualan sehari-hari. Ada juga sebagian dari donatur yang peduli pada kegiatannya,
namun jumlahnya masih sedikit tuturnya. Oleh karena itu ayah dari dua orang putra ini
berharap, kedepannya banyak lagi pihak-pihak yang peduli dan membantu kegiatannya.
Karena banyak program yang dilakoninya membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar. Dan dia juga yakin bahwa diluaran masih banyak orang yang peduli, hanya saja dirinya masih belum menemukan orang itu.

Untuk saat ini Fauzi memiliki harapan bisa membeli tanah yang kebetulan ada tanah dijual
tak jauh dari rumahnya. Dan ketika disinggung terkait masalah uang darimana, Fauzi
menuturkan bahwa saat ini masih berupaya untuk menggalang donasi melalui berbagai cara.

Adapun kegiatan rutin pengembangan budaya baca, pria yang pernah menerima apresiasi
Nugra Jasadarma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional pada tahun 2016 ini mengatakan
masih sebatas Perpustakaan dirumah dan program buku masuk warung saja yang menjadi
prioritasnya.  Tapi ada juga kegiatan yang bersifat mingguan yaitu kelas karakter anak yang
digelar pada tiap hari minggu. Tidak cukup sampai disitu, Fauzi juga melakukan gelar baca
setiap minggunya di pojok alun-alun Sidoarjo mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 12 siang.

Gelar baca di pojok Alun-alun Sidoarjo ini dilakoni Fauzi sendiri, kadang juga ada relawan
yang membantunya. Dengan berbekal kendaraan roda tiga modifikasi yang diperolehnya dari
pemberian perusahaan dalam sebuah event lomba yang dimenanginya.
Dalam rodatiga modifikasi itu, tidak hanya berisi buku-buku, melainkan perlengkapan
gelar baca seperti karpet dan meja kecil. Untuk para pengunjung yang membawa anak kecil
dan masih belum bisa membaca, Fauzi juga ,menyediakan aneka permainan edukasi seperti
puzzle dan aneka permainan edukasi lainnya. Jadi pengunjung disini tidak hanya membaca,
tapi bisa juga menemani anaknya sembari bermain.

Muhammad Fauzi nama lengkapnya, berkat kiprahnya di dunia literasi dan pendidikan dia
sering diundang untuk mengisi seminar seputaran literasi atau dunia anak “ parenting ”.
Namun siapa sangka jika pria yang tamatan Smp ini bisa sedemikian gigih. Keinginannya yangkuat dalam mengedukasi masyarakat dan memanfatkan Perpustakaan sebagai pusat studi
pembelajaran menjadikan Fauzi memiliki serangkaian ide kreatif. Bahkan untuk saat ini
program yang terbaru yaitu Family Schooling ( Sekolah Keluarga).

Sekolah keluarga yang didirikan fauzi ini terbuka untuk siapa saja yang mau khususnya para
orang tua. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang bisa teredukasi, tidak hanya
anak-anak yang mengenyam pendidikan.
Pasalnya, banyak orang tua yang tidak mau mengembangkan dirinya atau meng-upgrade
wawasan agar bisa semakin cerdas dalam mendidik anak. Dan karena orang tua yang kurang
cerdaslah, generasi kita bisa menjadi kurang baik. Jadi dengan adanya sekolah keluarga ini,
banyak keluarga yang akan semakin cerdas dalam mendidik anak-anaknya.
Oleh karena tujuan itulah, Fauzi mendirikan sekolah yang dalam satu minggu digelar sekali
ini.

Untuk materi pembelajaran dalam sekolah keluarga, Fauzi mengatakan materi itu didapatkan dari berbagai buku bacaan yang ada di Perpustakaan yang dikelolanya. Tidak hanya itu,
materinya juga kadang diambil dari pengalaman pribadinya dan pengalaman membersamai
anak didik. Dengan adanya Perpustakaan yang dikelolanya, Fauzi mengaku tidak khawatir
akan materi yang disampaikan. Karena banyak referensi bahan bacaan yang bisa diambilnya. Disamping itu, dirinya juga mengakui bahwa kemanfaatan Perpustakaan sudah benar-benar dia rasakan. Jadi dia tidak pernah ragu untuk menyampaikan kepada siapapun bahwa
datang ke Perpustakaan untuk membaca dan mencari ilmu itu sangat penting.

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…