Pendiri: Yusrizal KW
Kontak: 0821-7005-2001
Alamat: Jl. Purus III No. 30, Padang

Berada di wilayah kumuh dengan segala kekurangan yang dimilikinya, seperti saluran air/ got yang mampat dan berbau busuk, rumah-rumah petak yang hanya beratap seng, ketidak tersediaan fasilitas wc dan perilaku-perilaku menyimpang yang dimiliki masyara seperti berjudi, mencuri, kekerasan seksual dan lain —lain, di sana lah Ruang Baca Tanah Ombak berdiri. Tanah Ombak sendiripun bukanlah bangunan yang berdiri megah dengan segala fasilitas lengkap di dalamnya, wujudnya sama saja seperti penampakan rumah-rumah di jalan Purus III ini.

Taman baca Tanah Tombak ini lahir dari keprihatinan seorang lelaki bernama Yusrizal KW (Pendiri Tanah Ombak) terhadap kondisi anak-anak di daerah ini. Lingkungan yang memiliki pengaruh negatif yang dominan tentu akan berdampak buruk bagi generasi-generasi muda yang hidup di daerah itu. Hal ini tercermin pada anak-anak dan remaja di Purus III. Betapa mirisnya mengetahui kenyataan bahwa sebagian besar dari mereka pernah melakukan perbuatan tercela, seperti mencuri, berkelahi dan berkata kasar kepada orangtua diusia yang cukup dini. Karena itu, adanya taman baca ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan budaya baca anak-anak dan remaja, sekaligus membangun karakter baik antar anak-anak di daerah pesisir Purus.

Tanah Ombak sendiri terbangun sekitar awal Oktober 2015, lokasinya berada diJalan Purus III No. 30. Selain Yusrizal KW, terdapat satu sosok orang yang merupakan pendiri taman baca ini, bahkan Ia sudah lebih dulu membangun sebuah Teater bernama Teater Noktah bagi anak-anak Tanah Ombak, Ia adalah Syuhendri Siri Majaro. Bersama dengan Syuhendri, Yusrizal membangun Tanah Ombak ini menjadi sebuah taman bacaan yang tidak
semata sebagai ruang baca, namun juga sebagai ruang mengekspresikan kreatifitas melalui teater atau seni peran dan kesenian (lukis, musik dan tarian). Dengan kerjasama dan perjuangan kedua orang inilah, awal dari berdirinya sebuah tempat yang menjadi awal menuju hidup yang lebih baik.

Belum setahun berdirinya taman baca ini, namun tempat ini sudah memiliki banyak bantuan dari berbagai pihak, seperti diantaranya akademisi dari universitas-universitas di Padang, Dinas Pariwisata, Pemerintah Kota Padang, dan bahkan Ketua DPD RI Irman Gusman yang pernah berkunjung menjadi tamu ke Purus bersama dengan pejabat lainnya. Kehadiran Ketua DPD saat itu menjadi satu awal yang sangatberpengaruh terhadap kondisi pesisir Purus saat ini. Perbaikan akses jalan ke Purus, pembenahan terhadap saluran air sampai pembangunan WC umum sudah dijalankan dengan bantuan dari Ketua DPD.

Bahkan kehadiran Tanah Ombak kini menjadi terkenal dan banyak mendapat dukungan dari netizen di media sosial. Bukan hanya itu saja, berkat kepopuleran Tanah Ombak yang sudah diliput banyak media, baik lokal maupun nasional, para pendiri Tanah Ombak pun akhirnya membuat sebuah film layar lebar yang akan ditayangkan di bioskop di kota Padang, film ini diberi judul “Nyanyian Tanah Ombak” yang bercerita tentang perkembangan daerah pesisir Purus dari sebelum hadirnya Tanah Ombak hingga sekarang menjadi daerah yang sering dibicarakan oleh masyarakat luas.

Untuk kegiatan yang dilaksanakan di taman baca ini, sama seperti kurikulum di sekolah. Tanah Ombak selalu mengadakan ujian semester bagi para anggota, selain itu ada reward bagi mereka yang dapat meraih nilai 8, 9 dan 10 demikian pula bagi mereka yang meraih juara kelas. Sedangkan untuk meningkatkan minat baca, pihak Tanah Ombak menerapkan peraturan dimana setiap anak wajib membaca buku antara 15 hingga 20 menit. Selain itu ada pula kelas Bahasa Inggris yang dijalankan pihak Tanah Ombak, melihat pentingnya Bahasa Inggris karena kawasan ini yang dekat dengan objek wisata yang sering kedatangan turis asing.

Kegiatan di Tanah Ombak, bukan hanya kegiatan yang bergerak dalam pendidikan saja. Namun ada banyak kegiatan yang dapat mengasah kreatifitas anak seperti program Bakti Kreatif Literasi, program kerja bersama Coca Cola (CCA) Amatil dengan Tanah Ombak, membuat pot bunga dari galon bekas cat, serta gerakan menanam bunga dan bibit sayur.

 

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…