Kita semua memiliki kemampuan sosial yang berbeda-beda. Beberapa orang memiliki karisma alami dan dapat berhubungan dengan orang lain secara lebih mudah.

Ada pula mereka yang merasa aneh bila berada dalam kerumunan, sulit berhubungan, dan bahkan malu untuk berinteraksi.

Walau bagaimana pun, keduanya sama-sama ingin tetap disukai orang lain.

Menurut Psychology Today, rasa suka orang lain terhadap kita bergantung pada konteks, peran, dan fungsi kita dalam kelompok, orang-orang di sekitar kita, seberapa banyak kesamaan yang kita milki dengan mereka, dan banyak lagi faktor lainnya.

Beberapa orang bahkan tidak pernah cocok dengan kita, tidak peduli seberapa menariknya kita. Mereka mungkin merasa bertentangan dengan gaya hidup, budaya, maupun pilihan kita.

Yang mesti dipahami, kita tidak bisa serta merta membuat seseorang untuk menyukai kita. Lalu adakah cara disukai orang-orang, atau paling tidak, kita mendapatkan kesan hangat dan diterima?

Ada dan berikut 10 cara disukai orang-orang menurut Guy Winch, Ph.D., seorang ahli psikologi berlisensi dan penulis buku Emotional First Aid: Healing Rejection, Guilt, Failure, and Other Everyday Hurts.

1. Jadilah pendengar yang baik

Cara disukai orang yang pertama adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Pada dasarnya, setiap orang suka didengarkan.

Untuk menjadi pendengar yang baik, kita harus mendengarkan apa yang orang lain katakan dan tidak buru-buru membalas cerita mereka dengan cerita kita yang hebat.

Selain itu, tunjukkan gestur bahwa kita sedang memperhatikan. Seperti anggukan, “oh” sebagai tanda mengerti, “ah” tanda setuju, dan lain-lain.

2.  Beri dukungan

Ketika seseorang bercerita mengenai pengalaman dan mengungkapkan perasaannya, tunjukkanlah sikap mendukung.

Semisal, ketika seseorang memberitahu kita tentang apa yang telah mereka capai, ucapkanlah selamat kepadanya.

Ketika seseorang memberitahu kita sesuatu yang membuat mereka marah, tunjukkanlah simpati.

Ketika seseorang memberitahu kita suatu pengalaman yang luar biasa, tunjukkanlah rasa senang.

Dengan semakin menyerupai perasaan lawan bicara, kita akan semakin disukai.

3. Penasaranlah

Penasaran bukan berarti ingin mengetahui semua hal tentang seseorang, termasuk hal-hal yang personal baginya.

Penasaran di sini merupakan kesempatan yang kerap kali dilewatkan seseorang.

Semisal, jika seseorang memberitahu kita bahwa mereka baru saja mengerjakan ujian, penasaranlah dengan menanyakan padanya bagaimana perasaannya saat ujian atau apakah ujian itu cukup sulit baginya.

Jika seseorang pada pekan lalu bepergian untuk piknik dan kebetulan kita mengingatnya hari ini, tanyakanlah bagaimana liburan itu berlangsung menyenangkan atau tidak.

Sikap seperti ini menunjukkan bahwa kita ingin mendengarkan dan memberikan perhatian pada mereka. Penasaran merupakan poin penting supaya kita lebih disukai.

4. Temukan kesamaan

Kita terhubung dengan seseorang melalui kesamaan atau kemiripan dalam ketertarikan dan pendapat.

Jadi, ketika kita bertemu seseorang yang belum dikenal untuk pertama kali, cobalah gali apa kesamaan yang kita miliki.

Kesamaan itu bisa saja film favorit, buku, musik, asal kelahiran kita, dan lain-lain. Semakin banyak kesamaan yang kita miliki dengan orang lain, semakin dekat kita dengan mereka.

5. Bahasa tubuh

Jabat tangan erat, kontak mata, senyum, berdiri tegak, atau duduk dengan postur terbuka (dengan tidak menyilangkan tangan di depan dada), dan mengangguk ketika seseorang berbicara menandakan bahwa kita sedang mendengarkan mereka.

Kita cenderung tidak memperhatikan bahasa tubuh seseorang saat berbicara, tetapi kita dapat menambahkan kesan yang baik dengan menyadari bahasa tubuh kita sendiri untuk dapat lebih disukai.

Ini merupakan trik psikologi yang ampuh untuk diterapkan.

6. Jauhkan ponsel

Ketika sedang berbincang dengan seseorang, sebisa mungkin jauhkan ponsel.

Melirik ke arah ponsel terus-menerus memperlihatkan bahwa kita tidak secara penuh mendengarkan mereka.

Sulit memang untuk tidak melakukannya, tapi bukannya tidak bisa.

Mereka akan merasa dihargai ketika didengarkan dan kita akan mendapatkan waktu yang berkualitas dengan mereka.

7. Jangan mengeluh berlarut-larut

Mengeluh memiliki sebuah fungsi sosial berupa pencarian kesamaan mendasar dengan orang lain. Semisal, “Aku tidak suka film itu.” “Ya, aku juga.”

Tetapi ketika ada sebuah keluhan yang sudah dapat menjabarkan kesamaan mendasar, kita tidak perlu lagi menambahkannya hingga berlarut-larut, hingga menggerutuinya.

Jika ingin menjadi pribadi yang disukai orang-orang, kita perlu upaya untuk tetap terlihat positif bahkan jika suasana hati kita sedang tidak nyaman.

Bukan berarti kita dapat positif sepanjang waktu, namun coba diskusikan keluhan kita dengan tenang.

8. Jangan mendominasi obrolan

Kita mungkin dapat bercerita dengan baik, lancar, dan menarik perhatian seseorang. Namun, jangan terlalu terpusat pada diri kita. Orang lain juga perlu bercerita.

Jadi, perhatikan seberapa banyak porsi obrolan kita dan bandingkan dengan orang lain.

Semua teman berbincang kita sadar tentang porsi ini dan jangan berpikir mereka menyukai semua obrolan kita.

Memberi mereka kesempatan untuk bercerita juga merupakan salah satu cara disukai orang yang cukup jitu.

9. Tetap bersikap rendah hati

Kita punya cerita tentang keberhasilan, jerih payah, dan rasa senang saat mencapainya.

Tapi tidak semua orang menyukainya, kecuali jika mereka benar-benar penasaran.

Terlalu banyak memberi porsi obrolan pada keberhasilan kita menyebabkan seseorang merasa terbandingkan.

Hal ini justru menyebabkan kita mendapatkan yang sebaliknya yaitu tidak disukai orang.

Dengan bersikap rendah hati, kita memberi mereka jawaban yang hanya ingin mereka ketahui saja.

Mungkin terdengar keren menceritakan semua pengalaman itu, namun ini bukanlah cara disukai orang yang tepat.

10. Minimalisir ketidaksetujuan

Fokus pada ketidaksetujuan, betapa pun menariknya argumen yang kita miliki, menciptakan sebuah kecenderungan yang membuat kita tidak disukai orang.

Jika mereka menyukai sebuah film karena “membuat mereka berpikir”, jangan katakan, “Serius? Menurutku film itu buruk.”

Katakanlah dengan cara lain, semisal: “Filmnya bagus dan kuharap tema pertemanan di film itu bisa lebih digali lagi. Pasti semakin menarik.”

Dengan kata lain, sebetulnya orang-orang merasa senang jika apa yang mereka pikirkan disetujui.

Jadi, jangan tekankan ketidaksetujuan kita secara langsung sampai setidaknya masalah tersebut benar-benar penting bagi kita.

Baca juga:

Sudahkah Kalian Memiliki 5 Komponen Kecerdasan Emosional Ini?

Merasa Tertinggal dari Temanmu? Tenangkan Dirimu dengan 5 Cara Ini Yuk

 

RUJUKAN:

Psychology Today

Sumber gambar: Hipwee

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…