Di masa yang sulit ini, bagaimana cara mengurangi kecemasan yang terus muncul?

Masa depan selalu tidak pasti, sehingga manusia selalu dihinggapi perasaan cemas. Kita selalu memikirkan bagaimana caranya menghadapi ketidakpastian dari hari ke hari. Namun kecemasan yang muncul ini normal adanya.

Namun ketika rasa kekhawatiran terus berdatangan, maka intensitas kecemasan akan terus berkembang.

Kecemasan ditandai dengan adanya kekhawatiran yang berlebihan dan tidak realistis tentang masa depan, ketegangan emosional dan fisik, dan sikap penghindaran, yaitu menghindari orang, tanggung jawab, atau situasi yang penting.

Jika kecemasan muncul, itu tandanya kita menyadari apa yang penting bagi kita. Dan lebih baik lagi jika kita mampu menghilangkan rasa cemas itu untuk mencapai keberhasilan yang kita inginkan.

Merujuk pada situs Psychology Today, 10 cara mengurangi kecemasan di bawah dapat diterapkan untuk mengatasi perasaan takut berlebih, sikap penghindaran, dan rasa tegang dalam tubuh.

Keefektifan masing-masing cara bergantung pada jenis kecemasan yang kita alami dan seberapa besar masalah yang sedang kita hadapi.

10 cara mengurangi kecemasan

  • Jika rasa khawatir kita meliputi pertanyaan seperti, “Bagaimana jika …?”, maka jawabannya adalah dengan menuliskan daftar tindakan dan pemikiran yang dapat dilakukan untuk membuat situasi lebih mudah dikendalikan.
  • Ketimbang mengulang pikiran yang sama terus-menerus, tuliskanlah. Misalnya, jika kita terlalu khawatir mengantuk dan tertidur ketika sedang belajar menjelang ujian, tuliskan kekhawatiran kita di buku catatan di samping tempat tidur. Kita selalu dapat mengunjunginya kembali saat situasi ini datang lagi.
  • Setop mengatakan bahwa “semuanya akan baik-baik saja”. Dengan mengulanginya terus-menerus maka akan timbul efek yang tidak dimaksudkan dan membuat kita semakin khawatir. Ketimbang melakukannya, tanyakan beberapa pertanyaan seperti, “Seberapa mungkin hal buruk akan terjadi?” “Jika hal buruk terjadi, apa kemungkinan terburuknya?” “Apa kemungkinan terbaiknya?” “Apa yang paling umum terjadi?” “Apa yang bisa kulakukan untuk mencegahnya?”
  • Belajar merangkul ketidakpastian adalah bagian penting untuk mengontrol kecemasan kita. Tak peduli seberapa banyak persiapan yang telah kita lakukan untuk masa depan, akan selalu ada kejadian yang tidak terkendali dan tidak terprediksi. Semakin kita menerima ketidakpastian, semakin mudah kita mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.
  • Ada sebuah istilah dalam psikologi yang bernama paparan berulang. Paparan berulang adalah sebuah terapi di mana kita berlatih menghadapi situasi yang ditakuti dengan tujuan untuk mengurangi perilaku penghindaran. Contohnya, ketika kita merasa cemas berada di antara orang-orang yang tidak dikenal, cobalah untuk menghadapinya. Berikan diri kita kesempatan untuk bertemu orang baru dan belajar memahami prosesnya. Sapalah seseorang, bantu bukakan pintu untuknya, mulailah mengobrol, dan lain-lain.
  • Tetap catat perkembangan kita. Mencatat perkembangan memudahkan kita mengetahui seberapa efektif strategi yang kita lakukan untuk mengurangi kecemasan kita. Dengan mencatatnya terus-menerus, kita dapat mengetahui seberapa jauh kita melangkah.
  • Refleksi otot juga dapat membantu kita mengenal kembali sensasi rileks fisik di tubuh kita. Ketahui mana bagian tubuh yang merasakan ketegangan dan ketidaknyamanan, lalu fokuskan pikiran ke bagian tubuh itu dengan pikiran tenang dan rileks.
  • Pernapasan diafragmatis adalah cara lain untuk membuat tubuh rileks ketika dihadapkan pada kondisi yang membuat kita stres. Cobalah pernapasan perut dengan tetap mengembangkan perut, bukan dada, saat oksigen kita hirup. Fokus dan usahakan rilekskan semua bagian tubuh.
  • Berolahraga, khususnya aerobik atau kardio selama 20 menit atau lebih dapat mengurangi kecemasan. Tetapi bersabarlah, dibutuhkan beberapa bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Carilah buku yang berdasarkan pada bukti dan penelitian mengenai cara mengatasi kecemasan. Bila kecemasan sudah sangat sulit ditangani, cobalah kunjungi psikiater yang melakukan praktik CBT (cognitive behavior therapy), yang dapat secara khusus menangani gangguan kecemasan.

Baca juga:

Cara untuk Menghilangkan Kebiasaan Kritik Diri Sendiri

Kenali Ciri-ciri Ini untuk Mengetahui Kepribadian Gelap Seseorang

 

RUJUKAN:

Psychology Today

Sumber gambar: Unsplash.com/Christopher Ott

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…