Perdagangan manusia (human trafficking) di Nusa Tenggara Timur merupakan suatu permasalahan lama yang kurang mendapatkan perhatian sehingga keberadaannya tidak begitu nampak di permukaan. Padahal dalam praktiknya, perdagangan manusia merupakan sebuah penyimpangan yang jauh dari perlakuan manusiawi karena menjadikan manusia sebagai obyek komiditi dagang dan keuntungan semata.

Selain itu, di NTT sendiri, ada beberapa masalah yang telah lama dihadapi masyarakatnya seperti: kemiskinan, minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya upaya hukum yang secara kuat dapat mencegah praktik perdagangan manusia. Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap masalah-masalah tersebut, menurut hemat kami, akan semakin memicu praktik perdagangan manusia untuk terus berkembang. Dalam konteks lemahnya kesadaran masyarakat terhadap praktik perdagangan manusia, khususnya di pulau Sumba, timbul ide dari kami untuk merintis komunitas sosial berbasis pemuda-pemudi dalam sistem kerja relawan. Kami sepakat menamainya JRUK Sumba yang merupakan akronim dari Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan Sumba. Secara ideologi kami memilih untuk berdiri sendiri tanpa adanya afiliasi dengan partai politik, LSM, perusahaan dan pemerintah, namun tetap mendukung pembangunan yang ada.

Taman Baca JRUK Sumba Melawan Perdagangan Manusia
Para relawan JRUK Sumba sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

JRUK Sumba mengusung tema kemanusiaan sebagai rohnya, dan perlawanan terhadap perdagangan manusia sebagai napasnya.

Atas dasar roh itu, kami merangkul semua orang lintas suku, ras, agama, dan budaya. Serta atas dasar napas itu, kami secara teratur melakukan edukasi terkait betapa buruknya perdagangan manusia itu kepada masyarakat. Salah satu pencegahannya adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang tata cara menjadi tenaga kerja sesuai dengan regulasi pemerintah yang diatur dalam undang-undang. Maka dari itu, agenda kami diarahkan untuk mencapai beberapa poin-poin tujuan sebagai berikut:

  • Menyebarkan informasi yang tepat tentang tata cara menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai usaha perlawanan terhadap perdagangan manusia,
  • Menurunkan angka tenaga kerja ilegal,
  • Meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat melalui taman baca yang dirintis,
  • Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri dan lingkungannya.

Baca juga: Inilah Komunitas dan Taman Baca yang Berhasil Menjadi Finalis GRCC 2018

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Sumba yang cerdas dan kritis, JRUK Sumba berusaha melebarkan sayap seluas-luasnya dengan menjalin mitra bersama para pegiat literasi di Sumba. Kami merintis beberapa Taman Baca Masyarakat (TBM) dan kelompok belajar yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Berikut merupakan daftar mitra tetap komunitas JRUK Sumba:

TBM Beina Pande

TBM Birul Walidain

TBM Sanggar Wanno Tura

TBM KOPIKO

TBM Stanggasinger

Kelompok Belajar Pabuhangu

TBM Ebenhezer

Kelompok Belajar Luri Monung

Sumba Barat Daya

Sumba Barat Daya

Sumba Barat Daya

Sumba Barat

Sumba Tengah

Sumba Tengah

Sumba Timur

Sumba Timur

Taman Baca JRUK Sumba Melawan Perdagangan Manusia
Relawan JRUK Sumba sedang mengajarkan permainan kepada anak-anak.

Namun usaha kami tidak berhenti di situ. Kami berusaha menarik sebanyak mungkin para pemuda yang berdedikasi tinggi di luar Sumba. Kami turut menjalin relasi dengan beberapa kawan yang menjadi perwakilan kami menyebarkan semangat ini. Hingga kini, perwakilan relawan kami tersebar di beberapa kota besar seperti Denpasar, Semarang, Bogor, Mojokerto, Kediri, Solo, Kupang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Salatiga, bekasi, Pekanbaru, dan Jakarta. Dengan luasnya relasi ini, kegiatan kami bagi dalam dua kategori, mengacu pada wilayah di mana mereka berada. Pertama, untuk relawan di Sumba, relawan melakukan upaya sosialisasi edukasi mengenai bahaya perdagangan manusia dan perilaku hidup bersih dan sehat serta memberikan referensi literasi yang bermutu. Di luar Sumba, para relawan mencari donatur dan mengumpulkan donasi buku untuk JRUK Sumba.

Baca juga: Perjuangan Taman Baca Wadas Kelir, dari Perpustakaan di Teras Rumah hingga Lahirkan Anak Berprestasi

Maka, secara umum, konsentrasi utama kegiatan kami adalah edukasi preventif mengenai perdagangan manusia, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, mencari dan mengumpulkan donasi, turut serta pula memberikan donasi (sikat gigi, susu, pasta gigi, vitamin, dan sabun), serta terus merintis rumah baca. Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam berbagai bentuknya baik materi maupun non-materi. Kami sangat terbuka menerima kunjungan teman-teman untuk turut berpartisipasi memberi manfaat baik kepada sesama. Bila teman-teman ingin ikut andil memberi manfaat baik, teman-teman dapat menghubungi kontak yang dapat dihubungi di bawah ini:

  • Telepon/Whatsapp: 081316676130
  • Instagram: @jruk.sumba
  • Email: jruksumba04@gmail.com
  • Facebook: Jruk Sumba

Leave your vote

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…