Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik – Buya Hamka

Segudang manfaat tentang buku telah berseliweran di internet. Tanpa diteliti melalui metode ilmiah pun, dengan membaca buku, kita akan menjadi orang yang lebih banyak tahu, lebih dapat menjadi orang yang bijak dan arif. Di dunia ini, ada sekitar 129 juta buah buku tercetak. Dari sekian banyaknya buku itu, buku yang paling populer adalah buku yang memuat cerita fiksi. Yang menarik, membaca cerita fiksi dapat mengembangkan diri melalui begitu banyak manfaatnya. Dan manfaat-manfaat itu bukan manfaat kecil.

Faktanya, membaca cerita fiksi juga menjadi salah satu terapi yang membantu manusia selama berabad-abad. Cerita fiksi secara unik sangat punya pengaruh besar terhadap pemahaman kepada yang lain. Di waktu ketika mood kamu sedang tidak baik, jangan ragu untuk membaca cerita fiksi karena kamu akan mendapat 9 manfaat ini:

1. Meningkatkan Empati

Untuk meningkatkan kepekaan diri kamu dalam menempatkan diri pada posisi orang lain dapat dilatih salah satunya dengan rutin membaca cerita fiksi. Banyak studi menunjukkan bahwa seringnya membayangkan cerita fiksi dapat membantu mengaktifkan bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pemahaman orang lain dalam melihat perspektif baru.

Dua peneliti dari Universitas Washington di St. Louis memindai otak orang yang gemar membaca cerita fiksi dan menemukan bahwa otak mereka bereaksi seakan cerita-cerita fiksi yang dibacanya adalah pengalaman nyata. Ini yang membuat bila seseorang bercerita tentang pengalaman sedihnya, para pembaca fiksi akan dapat memiliki kepekaan terhadapnya.

2. Cara Paling Ffektif Meredakan Stres

Otakmu punya kapasitas untuk bekerja dan kita pun membutuhkan suatu periode mengistirahatkan otak untuk mendapatkan fungsi normalnya kembali. Riset di Universitas Sussex menemukan bahwa membaca cerita fiksi adalah cara terbaik untuk mengatasi stres.

Hanya dengan 6 menit membaca cerita fiksi, denyut jantung partisipan yang diteliti mengalami pelambanan dan tingkat stres berkurang hingga 60%. Membaca cerita fiksi jauh lebih efektif menurunkan stres ketimbang kegiatan seperti mendengarkan musik, meminum kopi atau teh, jalan-jalan, atau bermain video gim.

Manfaat Membaca Cerita Fiksi
Berlokasi di Sumba, seorang anak sedang membaca cerita fiksi. (Dokumen Pribadi)

3. Tidur Lebih Nyenyak

Punya gangguan tidur? Merasa tidur kurang nyenyak? Baca. Membuat kebiasaan baik sebelum tidur itu perlu karena kualitas tidur juga salah satu faktor besar sehat tidaknya dirimu. Menyisipkan membaca cerita fiksi sebelum tidur  bukan tugas yang berat dan baik untuk meningkatkan kualitas tidur. Kenapa?

Membaca cerita fiksi menjalin sebuah imajinasi dan meningkatkan rasa awas diri yang tinggi. Ketika pikiran kita fokus terhadap alur cerita, maka kita tidak lagi memikirkan hal-hal stres lainnya. Tubuh lebih rileks, dan kita dapat tidur dengan lebih baik.

Baca juga: 8 Kebiasaan Pencinta Buku yang Hanya Dipahami oleh Mereka Saja

4. Meningkatkan Kualitas Hubungan

Kita pernah mengalami fase naik turun dengan seseorang, tak terkecuali hubungan dekat. Tidak jarang mungkin banyak tantangan yang kita hadapi dalam menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar kita. Tapi, cerita fiksi adalah simulasi dari kehidupan yang kita lihat. Cerita fiksi pasti mengandung naik dan turunnya kehidupan, sama seperti yang kita alami.

Walaupun fiksi, tapi realita si penulis juga realita yang kita alami. Jadi dengan membaca cerita fiksi, kita belajar melihat dunia dari kacamata si penulis. Alhasil kita bisa belajar dari ceritanya, dan dapat menerapkan hal-hal baik untuk meningkatkan kualitas hubungan kita dengan orang lain.

5. Mengingat Lebih Banyak

Kita tahu jika seseorang menjelaskan sesuatu dengan metode bercerita, kita akan lebih dapat mengingat informasi untuk jangka panjang. Kini, terdapat bukti kuat bahwa membaca cerita fiksi dapat menguatkan ingatan dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer, mengacu pada studi yang diterbitkan pada 2001 di jurnal Proceedings of The National Academy of Sciences.

Manfaat Membaca Cerita Fiksi
Anak-anak membaca di Taman Bacaan Heka Leka, Ambon. (Dokumen Pribadi)

6. Berpikiran Terbuka

Bisakah membaca cerita fiksi membuat kita lebih toleran dan berpikiran terbuka? Bisa. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Applied Social Psychology, menguji apakah novel Harry Potter dapat digunakan sebagai sebuah instrumen penelitian yang dapat meningkatkan sikap baik terhadap kelompok yang dianggap minor.

Para siswa tersebut membaca sebagian tentang diskriminasi. Setelah 3 eksperimen, para siswa mengubah sikap mereka terhadap kelompok yang dianggap minor. Karena seperti telah dijelaskan di poin nomor 1, dengan membaca kita akan dapat merasakan posisi orang lain. Posisi kelompok minor pasti tidak menguntungkan, dan maka dari itu, para pembaca dapat merasakan itu dan tidak ingin menambah ketidakberuntungan mereka.

Baca juga: 10 buku Indonesia Sepanjang Masa Versi Goodreads

7.  Tabungan Kosakata Melimpah

Untuk menjelaskan sesuatu, kita perlu banyak kata. Semakin banyak kosakata yang kita punya, semakin mudah kita dalam menjelaskan sesuatu. Membaca cerita fiksi membantumu sampai ke titik itu.

Peneliti dari Universitas Emory membandingkan antara kondisi otak orang-orang yang telah membaca cerita fiksi dan yang tidak. Ditemukan bahwa otak si pembaca cerita fiksi lebih aktif di bagian tertentu otaknya dibanding yang tidak. Khususnya temporal korteks sisi kiri, yaitu bagian otak yang berfungsi sebagai pemahaman bahasa. Jadi, terlihat ada perbedaan menonjol bukan?

8. Jadi Kreatif!

Punya banyak realita yang dilihat, imajinasi yang sering dilatih karena membaca cerita fiksi, membuat kita punya banyak ide untuk dicetuskan. Meningkatnya kemampuan kreatif kita dengan membaca cerita fiksi dibuktikan melalui Creativity Research Journal yang meminta para siswanya membaca cerita fiksi pendek dan mengukur kebutuhan emosional serta kestabilan mereka.

Hasilnya? Peneliti menemukan bahwa orang yang membaca cerita fiksi lebih dapat mengatur prosedur yang lebih baik dalam memproses informasi secara umum, termasuk kreativitas.

Baca juga: 10 Fakta Unik Tentang Buku yang Belum Kamu Tahu

9. Kebahagiaan

Tujuan manusia hidup adalah mencari kebahagiaan dengan caranya. Semua manfaat di atas memang hebat, tapi manfaat pamungkas dari membaca cerita fiksi adalah mencapai kebahagiaan. 1500 pembaca dewasa di Inggris menemukan bahwa 76% dari mereka mengatakan bahwa membaca meningkatkan kualitas hidup dan membantu mereka merasa lebih baik.

Singkat saja, membaca cerita fiksi adalah salah satu cara terbaik membuat hidup kita tidak sia-sia.

Sumber referensi

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…