Di dunia maya, istilah big data atau mahadata kini semakin santer berseliweran. Seiring perkembangan teknologi internet, data memainkan peranan utama dalam menggerakkan dunia saat ini. Disinyalir, di masa depan bukan lagi batubara atau emas yang akan ditambang, melainkan data.

Bayangkan, setiap hari kita memproduksi banyak data, seperti: mengunggah foto, video, atau suara ke media sosial, catatan transaksi uang elektronik, dan lain-lain. Seluruh data di dunia maya, yang jumlahnya tak terbayangkan itu, merupakan mahadata.

Lalu, apa itu mahadata?

Dikutip dari buku yang berjudul Data Besar, Data Analisis, dan Pengembangan Kompetensi Pustakawan (2015) karya Albertus Pramukti Narendra, mahadata adalah istilah umum untuk segala himpunan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit, dan tak terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional belaka.

Mahadata juga dapat diartikan sebagai pertumbuhan data dan informasi yang eksponensial dengan kecepatan dalam pertambahannya dan memiliki data yang bervariasi sehingga menyebabkan tantangan baru dalam pengolahan sejumlah data besar yang heterogen dan mengetahui bagaimana cara memahami semua data tersebut.

Mahadata memiliki 3 karakteristik utama:

  • Volume, mahadata memiliki jumlah data yang sangat besar sehingga dalam proses pengolahan data dibutuhkan suatu penyimpan yang besar dan dibutuhkan analisis yang lebih spesifik.
  • Velocity, mahadata memiliki aliran data yang cepat dan real time. 
  • Variety, mahadata memiliki bentuk format data yang beragam baik terstruktur ataupun tidak terstruktur dan bergantung pada banyaknya sumber data.

Baca juga: Kemampuan yang Harus Dimiliki di Era Industri 4.0 Ini

Bagaimana mahadata bekerja?

Mahadata bekerja pada prinsip bahwa semakin kita tahu mengenai apa pun, semakin kita akan mendapatkan wawasan dan mampu membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa depan.

Dengan membandingkan semakin banyak data, maka hubungan antara data akan membuat kita mudah mengerti situasi untuk membuat keputusan tepat.

Dalam mendapatkan keputusan yang tepat tersebut, proses yang dilalui meliputi pembangunan model, berdasarkan data yang kita kumpulkan, kemudian melakukan simulasi, mengotak-atik nilai data dan memonitor bagaimana data tersebut bekerja. Semua proses tersebut terotomasi, karena kini seluruh proses analitik tersebut dijalankan oleh teknologi melalui jutaan simulasi yang berjalan beriringan.

Kecanggihan penyimpanan dan kerja analitik berarti bahwa kita dapat menangkap, menyimpan, dan bekerja dengan banyak sekali tipe data yang berbeda. Sebagai hasilnya, ‘data’ kini dapat berarti apa pun yang berasal dari foto, video, rekaman suara, teks tertulis, dan sensor data.

Untuk mengelola seluruh data tersebut, mahadata kerap menggunakan proses analitik yang melibatkan kecerdasan buatan dan teknologi machine learning. Dengan mengajarkan komputer untuk mengidentifikasi apa yang dapat data tampilkan, maka kita dapat memahami pola unik yang memberi kita instruksi cepat dalam menyelesaikan suatu masalah.

REFERENSI

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…