Apakah ada makanan pencegah Covid-19? Berikut terdapat 15 fakta yang diterjemahkan langsung dari laman tanya-jawab Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Artikel kali ini akan menjawab semua pertanyaan kita terkait adakah makanan pencegah Covid-19, keamanan makanan, nutrisi makanan yang perlu dikonsumsi, dan lain-lain.

Berikut daftar 15 fakta tentang makanan pencegah Covid-19, termasuk panduan keamanan makanan dan nutrisinya  dari WHO:

Bisakah saya terinfeksi Covid-19 dari makanan, buah, dan sayur segar yang saya makan?

Hingga kini tidak ada bukti bahwa seseorang dapat terinfeksi Covid-19 dari makanan, buah, dan sayur segar yang dimakan. Buah dan sayuran segar merupakan bagian dari diet sehat dan kita semua didorong untuk mengonsumsinya. Baca lebih lanjut di artikel WHO berjudul COVID-19 and food safety: guidance for food businesses.

Bagaimana cara mencuci buah dan sayur selama masa pandemi Covid-19?

Cucilah buah dan sayur dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Sebelum memegang buah dan sayur, cuci tangan kita dengan sabun dan air mengalir. Lalu cuci buah dan sayur secara menyeluruh dengan air bersih, khususnya bila kita ingin memakannya tanpa dimasak.

Bisakah virus Covid-19 hidup di permukaan bungkus buah maupun sayur?

Virus Covid-19 butuh hewan maupun manusia yang hidup untuk dapat bertahan dan menggandakan diri. Di permukaan bungkus buah maupun sayur, virus Covid-19 tidak bisa hidup. Kita juga tidak perlu disinfektan bungkus makanan, tetapi rajin-rajinlah mencuci tangan setelah memegang bungkus makanan, serta sebelum dan sesudah makan.

Bisakah virus Covid-19 berpindah melalui konsumsi makanan yang dimasak, termasuk produk makanan hewani?

Hingga kini tidak ada bukti bahwa seseorang dapat terkena Covid-19 dari makanan. Virus yang menyebabkan Covid-19 dapat lenyap pada temperatur yang sama, yang digunakan untuk melenyapkan jenis virus dan bakteri pada makanan. Makanan seperti daging, unggas, dan telur harus selalu dimasak hingga setidaknya 70 derajat celcius. Sebelum memasak, daging mentah harus dipisahkan untuk menghindari adanya kontaminasi dengan makanan yang sudah matang.

Amankah pergi ke pasar maupun supermarket makanan?

Ya, secara umum aman pergi ke pasar maupun supermarket makanan, dengan mengikuti panduan pencegahan sebagai berikut:

  • Mencuci tangan dengan sabun maupun sanitizer sebelum masuk ke pasar atau supermarket.
  • Tutup mulut kita saat bersin maupun batuk dengan lengan dalam siku kita atau dengan tisu.
  • Jaga jarak paling tidak satu meter dengan orang lain. Jika tidak bisa menjaga jarak satu meter, pastikan gunakan masker.
  • Ketika sampai rumah, cuci tangan kita secara menyeluruh dan setelah memegang atau menyimpan kebutuhan makanan yang baru kita beli.

Pola Makan Panjang Umur yang Terbukti Bikin Seseorang Berumur 100 Tahun

Apakah aman menerima paket belanjaan yang dikirim dengan ekspedisi?

Ya, menerima paket belanjaan yang dikirim dengan ekspedisi aman jika pihak ekspedisi mengikuti panduan kebersihan dan praktik higienis pada paket belanjaan. Setelah menerima paket belanjaan, kita harus mencuci tangan.

Apa disinfektan terbaik untuk permukaan barang-barang di rumah kita?

Produk disinfektan reguler efektif melenyapkan virus di permukaan barang-barang di rumah kita. Untuk membersihkan dan mendisinfektan rumah yang di dalamnya terdapat suspek atau orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, gunakan disinfektan yang mengandung 0,05% sodium hypochlorite (NAClO)) dan produk-produk yang berbahan etanol (setidaknya 70%).

Makanan apa yang harus dikonsumsi untuk meningkatkan sistem imun?

Sistem imun kita membutuhkan banyak nutrisi. Disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang sehat dengan diet seimbang, seperti biji-bijian, polong-polongan, sayur, buah, kacang, dan makanan hewani. Tidak ada satu pun makanan yang dapat mencegah kita dari terinfeksi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut mengenai diet sehat, klik di sini: Healthy diet fact sheet

Bisakah suplemen mikronutrien (vitamin dan mineral) mencegah Covid-19? Bisakah ia mengobati Covid-19?

Tidak. Hingga kini tidak ada panduan tentang suplemen apa yang dapat mencegah Covid-19, yang dapat membuat kita tetap sehat maupun mengobati kita dari Covid-19. Mikronutrien berperan untuk meningkatkan kinerja sistem imun dan penting untuk meningkatkan kesehatan. Sebisa mungkin, mikronutrien didapatkan dari asupan bergizi, seperti buah, sayur, dan makanan sumber hewani.

Menggabungkan Dua Vaksin yang Berbeda, Apakah Baik atau Buruk?

Apakah suplemen vitamin D dibutuhkan seseorang yang tidak terkena sinar matahari karena lockdown? 

Vitamin D dapat diproduksi oleh kulit yang terkena sinar matahari atau didapatkan dari diet sehat (seperti ikan salmon, tuna, makarel, minyak hati ikan, hati sapi, keju, dan telur ayam kampung), atau dari makanan yang diperkaya vitamin D dan mengandung vitamin D.

Di saat kondisi kandungan vitamin D seseorang kurang mencukupi atau ketika makanan yang diperkaya vitamin D (atau mengandung vitamin D) tidak dikonsumsi, dan kurang menerima paparan cahaya matahari, maka konsumsi suplemen vitamin D perlu dipertimbangkan sesuai dengan panduan dokter.

Lihat panduan dari WHO di artikel Vitamin and mineral requirements in human nutrition.

Adakah teh herbal atau suplemen herbal yang dapat mencegah maupun menyembuhkan Covid-19?

Tidak. Hingga kini tidak ada bukti bahwa mengonsumsi teh herbal atau suplemen herbal dapat mencegah atau menyembuhkan Covid-19.

Bisakah probiotik mencegah Covid-19?

Tidak. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang umumnya ditambahkan ke makanan atau digunakan sebagai suplemen diet untuk meningkatkan kesehatan. Walau begitu, hingga kini tidak ada bukti bahwa probiotik dapat mencegah atau menyembuhkan Covid-19.

Apakah mengonsumsi jahe dapat mencegah Covid-19?

Tidak. Hingga kini tidak ada bukti bahwa mengonsumsi jahe dapat melindungi kita dari Covid-19. Meski begitu, jahe mungkin merupakan makanan yang mengandung antimikroba dan anti-inflamasi.

Apakah mengonsumsi bawang putih dapat mencegah Covid-19?

Tidak. Hingga kini tidak ada bukti bahwa mengonsumsi bawang putih dapat melindungi kita dari Covid-19. Meski begitu, bawang putih adalah makanan yang mungkin mengandung beberapa kandungan antimikroba.

Apakah menambahkan lada ke sup atau makanan dapat mencegah kita dari Covid-19?

Tidak. Hingga kini tidak ada bukti bahwa menambahkan lada ke sup atau makanan dapat mencegah atau menyembuhkan kita dari Covid-19.

Baca juga: 

Pola Makan Panjang Umur yang Terbukti Bikin Seseorang Berumur 100 Tahun

Menggabungkan Dua Vaksin yang Berbeda, Apakah Baik atau Buruk?

 

RUJUKAN: 

WHO

Sumber gambar: Unsplash.com/Louis Hansel

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…