Mengetahui kepribadian gelap seseorang merupakan kemampuan yang dimiliki para psikolog. Namun bukan tidak mungkin kita dapat mengidentifikasinya dengan membaca hasil penelitian yang dilakukan para psikolog.

Para psikolog telah lama berusaha memahami watak dan kepribadian yang merujuk kepada kepribadian gelap seperti ofensif, secara sosial melenceng, dan bahkan melakukan tindak kriminal.

Gabungan sifat-sifat gelap biasa disebut dengan Dark Triad, yang terdiri dari tiga kelompok sifat buruk: narsisisme, Machiavellianisme, dan psikopatik.

Pengertian masing-masing kepribadian gelap

  1. Narsisisme adalah istilah yang menggambarkan tentang seseorang yang sangat terobsesi dengan diri sendiri dan menganggap bahwa dirinya sangat unik, berbakat, dan superior. Narsisisme memiliki dua jenis. Jenis pertama adalah mereka yang menganggap dirinya dominan dan harus mendapatkan pencapaian-pencapaian tertinggi. Sementara jenis lainnya menampilkan sosok yang defensif dan sangat sensitif dalam konteks sosial.
  2. Machiavellianisme mengacu pada seseorang yang menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu, penuh tipu muslihat, dan selalu tampak manis di hadapan semua orang.
  3. Psikopatik adalah seseorang yang tidak berempati dan suka mencari risiko.

Yang menarik, para ahli mengatakan bahwa masih ada satu sifat yang perlu dimasukkan ke dalam Dark Triad, yaitu sadisme.

Menurut riset yang diterbitkan di European Journal of Psychological Assesment, sadisme berarti “kepuasan yang timbul dari rasa tidak berperasaan dan tidak adanya empati”.

Tim psikolog dari Kanada dan Amerika telah membuat 28 ciri-ciri untuk menilai bagaimana cara mengetahui kepribadian gelap seseorang seperti narsisisme, Machiavellianisme, psikopatik, dan sadisme. Berikut hasilnya:

Narsisisme

  1. Orang-orang melihat saya sebagai seorang pemimpin alami (tidak dibuat-buat)
  2. Saya memiliki kemampuan unik untuk merayu/membujuk seseorang
  3. Suatu kelompok akan terasa kurang jika tidak ada saya
  4. Saya tahu bahwa saya istimewa karena orang-orang terus mengatakan hal itu padaku
  5. Saya punya kualitas yang tidak dimiliki orang lain
  6. Di masa depan, saya merasa akan menjadi orang yang sangat penting dan berkedudukan
  7. Saya suka pamer kapan pun

Machiavellianisme

  1. Tidak bijak untuk membiarkan orang lain mengetahui rahasia saya
  2. Apapun yang terjadi, saya harus bersama dengan orang-orang penting
  3. Saya menghindari konflik langsung dengan orang lain karena mereka mungkin dapat berguna di masa depan
  4. Tetap rendah hati jika saya ingin mencapai tujuan saya
  5. Memanipulasi situasi butuh perencanaan
  6. Pujian adalah cara membuat seseorang ada di pihak saya
  7. Saya senang ketika rencana tipuan saya berhasil

Psikopati

  1. Orang-orang berkata bahwa saya sering berada di luar kendali
  2. Saya cenderung melawan aturan dan otoritas
  3. Saya telah terlibat banyak perkelahian dibanding kebanyakan orang yang seusia dan segender dengan saya
  4. Saya cenderung menyelami suatu hal (kegiatan maupun obrolan) terlebih dahulu, lalu baru akan bertanya nanti
  5. Saya pernah bermasalah dengan hukum
  6. Terkadang saya berada dalam situasi yang berbahaya
  7. Orang-orang yang mengusik saya selalu menyesalinya

Sadisme

  1. Menonton perkelahian membuat saya senang
  2. Saya sangat menikmati film-film dan gim kekerasan
  3. Ketika orang jatuh tertelungkup di mana wajah mendarat pertama, bagi saya itu sangat lucu
  4. Saya menonton dan menikmati olahraga kekerasan
  5. Beberapa orang pantas untuk menderita
  6. Sekadar iseng, saya berkata-kata jahat di media sosial
  7. Saya tahu cara menyakiti seseorang hanya melalui kata-kata

Hasil tersebut didapat dari pertanyaan yang mengandung pandangan mendalam tentang kepribadian yang berpotensi membahayakan orang lain.

Walaupun ini merupakan sebuah uji kepribadian singkat, namun tim peneliti menemukan bahwa poin-poin tersebut merupakan salah satu cara untuk mengetahui kepribadian gelap seseorang karena 28 ciri-ciri di atas secara konsisten ada pada sampel orang-orang yang beragam.

Baca juga: 

Mengapa Kita Suka Bergosip? Pro dan Kontra Menurut Psikolog

Apakah Orang Kidal Terbentuk Sebelum Dilahirkan? Atau Setelah?

 

RUJUKAN:

Psychology Today

Sumber gambar: Insider

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…