Kita sering menemui contoh penggunaan huruf miring di media sosial maupun di buku yang kita baca.

Tetapi, tahukah kamu untuk apa penggunaan huruf miring itu? Dan untuk bentuk kalimat seperti apa saja?

Menurut KBBI, penggunaan huruf miring memiliki tiga fungsi.

Artikel ini merupakan bagian dari Edisi Penulisan PUEBI. Untuk mengetahui berbagai cara penulisan yang benar sesuai PUEBI, klik di sini.

Berikut contoh penggunaan huruf miring yang benar sesuai Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) terbaru:

1. Penggunaan huruf miring untuk judul buku, nama majalah, nama surat kabar, termasuk dalam daftar pustaka yang dikutip dalam tulisan

Contohnya:

Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis.

Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan.

Berita itu muncul dalam surat kabar Cakrawala.

Pusat Bahasa. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi Keempat (Cetakan Kedua).
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Dalam judul-judul tersebut juga terdapat penggunaan huruf kapital (huruf besar) pada setiap awalan judul.

Tetapi, banyak juga penggunaan huruf kapital dalam beberapa kalimat yang selama ini mungkin tidak kita sadari.

Kunjungi artikel mengenai penggunaan huruf kapital yang benar.

2. Huruf miring untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat

Contoh:

Huruf terakhir kata abad adalah d.

Dia tidak diantar, tetapi mengantar.

Dalam bab ini tidak dibahas pemakaian tanda baca.

Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan lepas tangan.

3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing

Contohnya:

Upacara peusijuek (tepung tawar) menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh.

Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana. Weltanschauung bermakna ‘pandangan dunia’.

Ungkapan bhinneka tunggal ika dijadikan semboyan negara Indonesia.

Catatan:

(1) Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring.

(2) Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah.

(3) Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring.

Baca juga: H-2, H+3, H+4, Keterangan Waktu Tersebut Ada Sebutannya Lho

Artikel ini merupakan bagian dari Edisi Penulisan PUEBI. Untuk mengetahui berbagai cara penulisan yang benar sesuai PUEBI, klik di sini.


Itulah contoh penggunaan huruf miring dalam kalimat, sesuai dengan PUEBI. Bila kita ingin mendapatkan sumber informasi mengenai bentuk-bentuk penulisan bahasa Indonesia yang benar, dapatkan langsung buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) di bawah ini:

Contoh Penggunaan Huruf Miring
Beli Buku PUEBI di Gramedia.com. Klik di sini.

 

RUJUKAN: 

Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber gambar artikel: Unsplash.com/Christin Hume

Leave your vote

-1 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 100.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…