Bermimpilah terus, bermimpilah terus, bermimpilah selama kamu dapa bermimpi! Apabila tiada mimpi, apakah jadinya hidup?

Begitulah penggalan kutipan R.A Kartini yang ada dalam buku¬†“Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya”. Dari kutipan itu kita sadar, bahwa inspirasi dapat melintasi ruang dan waktu, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya. Kartini merupakan sosok pahlawan dan pendekar kaum perempuan Indonesia. Ia merupakan satu sosok yang menonjol, tetapi bukannya tidak ada lagi sosok perempuan inspiratif yang Indonesia punya.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, di 21 April ini mari kita simak tokoh-tokoh perempuan lain yang sama istimewanya. Mereka berjuang dengan caranya sendiri dan tanpa lelah memperjuangkan gagasan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh, cerdas, dan menginspirasi. Siapa saja mereka?

Rohana Kudus

Pernah mendengar namanya? Jika belum, ketahuilah bahwa Rohana Kudus (Roehana Koeddoes) adalah sosok pejuang pendidikan perempuan Indonesia. Ia menyebarkan gagasan-gagasan cemerlangnya melalui radio dan koran, yang membuatnya tercatat sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Rohana Kudus bahkan mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916) di tanah Minang.

Baca juga: Perjuangan Perempuan Indonesia dari Masa ke Masa

Dewi Sartika

Sosok Dewi Sartika kerap disandingkan dengan Kartini saat peringatan perempuan tiap 21 April. Beliau berhasil mendirikan sekolah yang dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) di kota kelahirannya di Bandung. Dengan berdirinya sekolah tersebut menandai adanya sekolah perempuan pertama di Hindia Belanda (nama Indonesia sebelum kemerdekaan).

Christina Martha Tiahahu

Sosok kali ini datang dari timur Indonesia. Christina Martha Tiahahu merupakan pejuang perempuan Indonesia asal Maluku. Beliau berani menentang kolonialisme dengan maju berperang sejak usianya 17 tahun. Keberanian dan ketangguhannya di Perang Pattimura tahun 1817 membuat Belanda yang ingin merebut Pulau Saparua kewalahan.

Baca juga: Nh. Dini, Penulis Besar Indonesia yang Ada di Google Doodle Hari Ini

Cut Nyak Dhien

Begitu pula Cut Nyak Dhien. Ia merupakan perempuan yang berani angkat senjata berperang melawan Belanda di tanah Aceh. Ia berada satu barisan dengan perempuan-perempuan tangguh Aceh yang lainnya seperti Tengku Fakinah, Cut Meutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah. Bahkan sebelum era Cut Nyak Dhien, dahulu ada sosok perempuan pertama yang menjadi Panglima Angkatan Laut Kerajaan Aceh yang bernama Malahayati.

 

RUJUKAN:

GRAMEDIA.COM

Buku: Jejak-jejak pahlawan: perekat kesatuan bangsa Indonesia, Grasindo, 2007

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…