Seluruh industri kini telah bekerja dengan teknologi, di mana perkembangan ini telah membawa kita ke dalam dunia revolusi industri yang keempat (industrial revolution 4.0).

Faktanya, banyak para pebisnis yang melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan perubahan besar dengan mengubah strategi yang sejalan dengan arah industri 4.0.

Penggunaan teknologi digital, internet, perangkat-perangkat otomatis, dan berbagai alat robotik lainnya kerap dilihat ambigu. Ini karena di satu sisi, teknologi tersebut dilihat dapat meningkatkan produktivitas manusia karena efektif dan efisien, di sisi lain dilihat sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia.

Perdebatan yang belum menemukan jawabannya ini terus mengisi dunia maya kita. Namun kita harus mempertanyakan diri sendiri. Apa yang dapat saya lakukan di era ini? Apa kemampuan yang harus saya miliki untuk dapat bertahan di era industri 4.0?

Kalau begitu, yuk simak beberapa poin tentang kemampuan yang harus kamu miliki di era industri 4.0.

1. Penyelesaian Masalah yang Rumit

Dari judulnya terlihat jelas. Ya, era industri 4.0 sangat membutuhkan orang yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang rumit (complex problem solving). Kemampuan ini dimiliki oleh orang yang dapat merunut suatu permasalahan secara sistematis.

Tahapannya yang pertama ialah mengidentifikasi masalah, lalu mencari dan menyeleksi informasi sebagai sumber pengetahuan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Lalu, ia akan memulai aksi. Setelah dilakukan aksi tersebut, maka proses tidak serta merta selesai. Harus ada evaluasi guna melihat apakah masalah telah benar-benar selesai dan apakah cara-cara yang dilakukan masih dapat dikembangkan jika masalah belum betul-betul selesai.

2. Berpikir Kritis

Berpikir kritis tentu memerlukan logika yang tinggi. Logika membantu kita memilah informasi dan melepaskan informasi tersebut di luar keyakinan kita. Jadi, seseorang yang berpikir kritis akan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.

Apakah persoalan tersebut masih dapat diperbaiki? Dikembangkan menjadi lebih baik? Apakah sebuah solusi persoalan sudah mutlak? Orang yang berpikir kritis akan selalu menanyakan hingga ke akar-akarnya.

Baca juga: Literasi Digital: Pengertian, Tantangan, dan Peluang

3. Kreativitas

Kreativitas bukan bakat. Ya, betul. Kreativitas lahir dari orang yang punya beragam referensi, bermacam informasi. Dengan banyaknya informasi, maka orang akan dapat mengolah keseluruhannya menjadi suatu ide atau wujud yang dapat direalisasikan.

Kreativitas ini juga tidak selalu harus membuat sesuatu yang benar-benar baru, namun bisa juga mengembangkan sesuatu yang sudah lama.

4. Manajemen dan Koordinasi dengan Orang Lain

Kemampuan manajemen sangat diperlukan untuk dapat bertahan di era industri 4.0 ini. Dengan kemampuan manajemen, maka kita dapat mengorganisir orang-orang maupun cara berpikir kita.

Era ini membutuhkan kemampuan kolaborasi yang tinggi karena bebasnya ruang informasi untuk dapat dijelajahi dan tren globalisasi yang sangat luas, maka kolaborasi adalah kunci untuk dapat menguatkan individu satu sama lain.

5. Kecerdasan Emosi

Dikutip dari Tirto, kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk memikirkan dan menggunakan emosi untuk meningkatkan kemampuan berpikir.

Maksudnya? Ya, jadi kemampuan ini adalah kemampuan untuk merasakan emosi dengan benar, untuk mengakses dan mengelola emosi untuk membantu pikiran, untuk memahami emosi dan pengetahuan tentang emosi, dan untuk merefleksikan emosi sehingga bisa mengatur emosi dan pertumbuhan intelektual.

Singkatnya, ketika emosi kita terkontrol maka pikiran kita akan lebih jernih dan hubungan dengan orang lain akan lebih baik. Dengan tidak menjadi orang yang spontan marah, misalnya, maka kita akan dapat melihat permasalahan dengan lebih teliti.

Baca juga: Indonesia Memimpin Implementasi Kecerdasan Buatan di Asia

6. Pengambilan Keputusan

Dari sekian banyak pilihan, mengambil keputusan tentu sangat sulit. Maka dari itu, dari sekian banyak pilihan yang ada, maka seseorang dengan kemampuan pengambilan keputusan yang baik akan menyimpulkan masing-masing pilihan tersebut.

Setelah menyimpulkan, maka ia akan memilih satu yang terbaik dari keseluruhan pilihan tersebut. Ingat, semakin banyak informasi, semakin baik.

7. Negosiasi

Negosiasi adalah proses menuju kesepakatan di mana pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menemukan kompromi dalam tujuan masing-masing yang berbeda.

Negosiasi perlu karena di masa depan kita akan lebih banyak bekerja dengan berkolaborasi, maka persinggungan dengan orang lain akan menjadi hal biasa. Maka dari itu, untuk mendapatkan solusi bersama, diperlukan negosiasi.

8. Fleksibilitas Kognitif

Apa itu fleksibilitas kognitif? Istilah tersebut berarti adalah sebuah kemampuan di mana seseorang memiliki keterampilan mengalihkan pikirannya ke suatu hal dengan cepat dan sesuai.

Banyaknya informasi mengharuskan kita banyak tahu. Dengan banyak tahu dan banyak topik yang dibahas, maka pergeseran yang cepat diperlukan. Maka dari itu, orang yang terampil karena fleksibilitas kognitifnya akan dapat beradaptasi di era industri 4.0 ini.

SUMBER REFERENSI: UBLIK.ID

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…