Community Location

Pendiri:Heni Wardatur Rohmah
Kontak: 081226972508
Alamat: Jl. Kaliurang km 14 No. 15A, Tegalmanding, Umbulmarani, Ngemplak, Sleman, DIY

Oktober tahun 2013, pada salah satu kunjungan motor keliling Mata Aksara, terpetiklah satu percakapan. Seorang bapak menanyakan apa pentingnya membaca. Beliau bercerita bahwa selama ini sudah banyak buku yang dibaca, koran pun tiap hari menjadi santapannya. Tapi, dari sekian lembar yang dibaca, tidak ada sejumlah rupiah yang menjadi imbal baliknya. Seakan menggugat, bapak itu bertanya, “Untuk apa membaca, jika kondisi saya tetap saja seperti ini!”

Gugatan itu menggetarkan segenap tim Mata Aksara. Membangun satu kesadaran bahwa menghantarkan buku saja belum cukup. Mendekatkan buku, meningkatkan minat baca adalah pintu gerbang yang harus dibuka. Selanjutnya, mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari setiap buku yang dibaca, entah nantinya berupatambahan pengetahuan, jasa atau karya.

Memulai pada 2010, Mata Aksara fokus pada upaya membangun budaya baca. Sebagian tujuan mungkin sudah tercapai, menumbuhkan minat baca, senang melakukan kegiatan kreatif. Tapi anak hanyalah sebagian kecil dari sasaran jika kita berbicara tentang minat baca masyarakat. Ada pihak lain yang perlu mendapatkan sentuhan, misalnya para ibu, mahasiswa, pendidik nonformal, serta kelompok tani. Bersama merekalah saat ini Mata Aksara bergerak dan mengabdi.

Awal Mulanya Cerita…

Kisah bermula dari keluarga. Semuanya menjadikan buku sebagai teman setianya. Kian lama, bertumpuklah buku. Terbilang dari puluhan, hingga suatu saat menjadi tujuh ratus sekian. Merasa sayang jika buku itu hanya terdiam, terpaku sendiri dalam rak dan tumpukan. Rapat kecil akhirnya memutuskan, semua bergerak bersama agar buku menjadi optimal nilai kebermanfaatannya.

Mata Aksara memulai kiprahnya dengan berkegiatan di sekolah dasar. Meminjamkan buku koleksi perpustakaan keluarga kepada perpustakaan sekolah yang dinilai perlu tambahan jenis koleksi buku. Ketika koleksi buku Mata Aksara bertambah banyak, Mata Aksara menjadi taman baca dengan banyak kegiatan untuk anak-anak. Semesta pun mendukung, dari beberapa kegiatan kecil Mata Aksara tumbuh menjawab sebagian kebutuhan masyarakat.

Mendekatkan Buku, Menumbuhkan Cinta

Mata Aksara berada di Jl. Kaliurang km 14 No. 15A, Tegalmanding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di pinggir jalan utama menuju Kaliurang, sebuah tempat wisata yang saat ini terkenal dengan wisata Lava Tour. Tepi jalan berarti dekat keramaian lalu lintas kendaraan. Kekhawatiran orang tua terhadap kondisi tersebut kerap menjadi penghalang datangnya anak ke Mata Aksara. Bisa diartikan bahwa Mata Aksara lebih dekat dengan lokasi bisnis (perdagangan, fotocopy, laundry) daripada dengan perumahan penduduk.

Motor keliling Mata Aksara menjawab kendala tersebut. Tidak hanya menunggu masyarakat datang, Mata Aksara juga menghadirkan buku dekat dengan masyarakat. Kegiatan lain dilaksanakan ketika motor keliling datang. Bukan hanya memberikan layanan pinjam baca, kegiatan membacakan buku, lomba menulis puisi, membuat karya fanel juga dilakukan.

Motor keliling tiga roda diperoleh dari hibah Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada awalnya, konstruksi motor kurang bisa mengangkut jumlah buku yang diinginkan. Otak-atik interior motor, akhirnya setelah renovasi motor keliling, didapatkan struktur seperti saat ini. Rak buku bisa memuat lebih dari lima ratus buku. Ketika tiap sisi boks motor dibuka, dua jendela memajang buku sehingga memudahkan pencarian buku-buku populer. Di dalam boks diisi tikar dan berbagai permainan edukatif. Ketika semua barang dikeluarkan, kita bisa duduk-duduk di dalam boks motor, istirahat sembari membaca buku.

Selain mendekatkan buku dengan motor roda tiga, pojok baca di PAUD dan fasilitas umum juga dihadirkan Mata Aksara. Kerjasama dengan karang taruna dan pendidik PAUD membuat pojok baca tidak sekedar buku yang terpajang, tapi juga aktif untuk dimanfaatkan.

Menyemai Benih Cinta Membaca

Kegemaran membaca akan tumbuh subur ketika tiga komponen pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat berada dalam satu suara. Tumbuhnya benih rasa cinta membaca itu diawali dari keluarga. Ketika semua anggota keluarga terlibat dalam proses menumbuhkan rasa cinta terhadap buku, maka lebih mudahlah untuk mengajak anak membaca. Sekolah dan masyarakat adalah pupuk yang membuat cinta baca itu menjadi subur berkembang.

Berawal dari keyakinan tersebut, Mata Aksara menggandeng sekolah dan keluarga. Menyediakan buku adalah salah satu upaya, tetapi membangun kesadaran sejak dari keluarga adalah perjuangan sesungguhnya. Gerilya disekolah membuat Mata Aksara lebih mudah berkomunikasi dengan para orang tua. Berjejaring dengan sekolah, mulai dari PAUD, TK dan SD membuat jangkauan kampanye menjadi lebih luas.

Kampanye mengajak orang tua mempraktikkan read aloud (membaca nyaring) rutin dilaksanakan. Setelah mengikuti pelatihan membacakan buku untuk anak, Bunda Manda menyampaikan, “Interaksi intensif antara saya dengan anak terlihat. Anak saya memberikan respon dengan menanyakan berbagai hal pada buku yang dibaca. Dalam satu hari, buku itu dibolak-balik berharap agar saya segera membacakan buku untuknya. Semoga ini adalah awal yang baik agar anak saya gemar membaca.”

Saat ini Mata Aksara mengembangkan program “Buku Cerita Untuk Anakku”. Masalah yang muncul setiap kali usai pelatihan membacakan buku adalah ketersediaan buku. Harga buku anak relatif mahal, tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu, para ibu diberikan dorongan untuk mulai mendokumentasikan per-kembangan putra putrinya. Cerita tentang diri anak adalah sumber yang tidak ada habisnya untuk diceritakan. Dengan menempelkan foto anak pada kardus bekas yang dibuat menjadi buku, maka didapatlah satu buku cerita yang tidak akan bosan untuk diceritakan pada anak.

Dari Buku Menjadi Karya

Yang utama sebenarnya bukan membaca, melainkan mengerti makna sebuah buku, kemudian didayagunakan untuk satu langkah karsa dan nyata, produktif dan konstruktif (Jaya Suprana). Ungkapan Jaya Suprana tersebut pas ketika disandingkan dengan program Mata Aksara: Dari Buku Menjadi Karya. Agar kehadiran buku benar-benar bisa dirasakan manfaatnya, maka buku yang disiapakan Mata Aksara adalah buku yang menjadi kebutuhan masyarkat.

Sejumlah ibu membutuhkan ketrampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan, karena itu disiapkan buku tentang rajut. Selanjutnya buku tersebut menjadi bahan utama untuk pembelajaran dalam kelas rajut. Bagi pemula, belajar membaca kode penting agar bisa memahami gambar pola. Di kelas inilah interaksi dan proses belajar antara pemula dan yang sudah mahir terjalin.

Lahan di sekitar Mata Aksara menyempit karena sudah banyak yang beralih fungsi sebagai lahan hunian/kost. Keterbatasan lahan pertanian ini tetap bisa disiasati dengan menghadirkan sistem aquaphonik, bertanam dengan media air kolam. Buku-buku pendukung dipraktikkan, hingga kebun di lantai dua dan tiga Mata Aksara senantiasa hijau.

Pendampingan terhadap para petani dilaksanakan dengan mempraktikkan buku tentang dekomposer dan pupuk organik. Sejumlah keluhan tentang mahal dan sulitnya pupuk yang diperoleh dijawab dengan belajar pola bertanam alami.

Ruang Ekspresi dan Karya

Mata Aksara adalah tempat untuk ekspresi diri dan karya. Berbagai kegiatan pendukung diselenggarakan agar tiap orang bisa mengekspresikan dirinya secara optimal. Kegiatan pendukung yang sudah rutin diselenggarakan adalah kelas catur untuk anak, kelas tari klasik untuk remaja, kelas menulis untuk anak, kelas rajut untuk ibu-ibu, kelas aquaphonik dan kelas dekomposer. Selain kegiatan rutin, kegiatan insidental sering dilaksanakan bekerjasama dengan komunitas atau mahasiswa.  

Pengakuan Kiprah

Bagi para pengabdi masyarakat, penghargaan tertinggi diraih ketika kiprahnya diakui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam tujuh tahun perjalanan Mata Aksara, pengakuan kebermanfaatan oleh masyarakat adalah testimoni.

“Berkegiatan di Mata Aksara itu mendapat dua manfaat sekaligus. Saya sendiri bisa mengembangkan ketrampilan merajut. Sisi lain yang saya dapatkan adalah, anak-anak saya mendapatkan buku yang berkualitas untuk dibaca,” demikian disampaikan Sari (35 tahun). Bu Sari telah berkegiatan sejak tahun 2015. Kala itu buah hatinya masih duduk di kelas empat sekolah dasar dan nol kecil taman kanak-kanak. Saat ini, ketika putra putrinya berada di kelas satu dan kelas enam sekolah dasar, rutinitas meminjam buku dan belajar rajut masih tetap terpelihara.

Ketfi, mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta adalah relawan Mata Aksara. Setelah enam bulan berkegiatan menyampaikan, “Tim Mata Aksara membimbing saya untuk berkembang dengan mengolah potensi yang dimiliki. Ditegaskan bahwa, “Mahasiswa bukan belajar menjadi event organizer, tapi mengambil peran utama dalam kegiatan.” Saya menjadi lebih aktif dan berani berdiri di depan umum. Meyampaikan materi atau praktik langsung, melakukan lobbying, menemukan solusi dari masalah dan juga menjadi pemimpin yang lebih baik.”

Kegiatan Mata Aksara menjadi dikenal dan besar karena teman-teman media massa memberikan liputan yang positif. Media massa lokal seperti Kedaulatan Rakyat, Tribun Jogja, Harian Jogja, Berita Nasional serta Radar Jogja kerap memberitakan kegiatan yang diselenggarakan. Kompas, The Jakarta Post, Jawa Post tidak ketinggalan ikut serta menggaungkan kegiatan Mata Aksara. Media elektronik seperti Jogja TV dan Radio Republik Indonesia pun tidak ketinggalan mendukung kiprah Mata Aksara.

Apresiasi diberikan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 melalui penghargaan Pustaka Bhakti Tama. Pada tahun yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan anugrah TBM Kreatif Rekreatif. Disusul tahun 2015, Perpustakaan Nasional memberikan penghargaan Jasa Dharma Pustaloka atas dedikasi Mata Aksara sebagai masyarakat yang berkontribusi dalam upaya membangun minat baca.

Tahun 2016, keikutsertaan dalam Gramedia Reading Community Competition menghantarkan Mata Aksara sebagai juara I regional Jogja-Jawa Tengah. Melengkapi berbagai capaian, Bupati Sleman juga menganugrahkan penghargaan Perpustakaan Masyarakat Kreatif di tahun 2016.
Sinergi dan Kolaborasi 

Ada banyak hal yang telah dilaksanakan di Mata Aksara. Meski demikian ada lebih banyak lagil yang ingin dikerjakan. Mata Aksara mengundang berbagai pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi, mewujudkan harapan agar tiap orang bisa mengoptimalkan potensi dirinya bersama dengan buku.

Mata Aksara memiliki berbagai fasilitas dengan lokasi yang cukup strategis. Sumber daya dengan kompetensi di bidang literasi, telah mendapatkan berbagai pengakuan. Dengan potensi tersebut, beberapa hal yang bisa dikerjakan bersama misalnya dengan melakukan kegiatan bersama, menjadi relawan ataupun menjadi sponsor kegiatan.

Kami meyakini bahwa dengan bekerja bersama, upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas melalui buku bisa segera tercapai.

Donate to us

Donasi Paket Buku untuk TBM Mata Aksara

Donasi Operasional TBM Mata Aksara

Our Blog Post

Gramedia Dorong Kegiatan Belajar Bersama Sekeluarga Di Mata Aksara

Suasana pagi di hari Minggu, 10 Februari 2019 terlihat ramai di Mata Aksara. Anak-anak beserta keluarga sudah mulai datang. Mereka bersiap mengikuti kegiatan “Belajar Bersama Sekeluarga di Mata Aksara” yang…

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…