Banyak dari kita kerap mengkritik diri sendiri. Tak jarang, suara ini mempengaruhi tindakan, memberi anggapan buruk, dan menyakiti kita. Kritik diri sendiri biasanya muncul berkaitan dengan kemampuan dan nilai diri kita.

Lalu bagaimana contoh kritik diri sendiri itu?

  • Pencapaian atau hasil yang baik dianggap sebagai suatu keberuntungan belaka dan hasil yang buruk disebabkan karena anggapan bahwa kita tidak cukup berusaha.
  • “Kamu tidak pernah berolahraga karena kamu malas dan kamu tidak pernah melakukan apa yang selama ini kamu rencanakan. Dan buktinya? Sekarang kamu masih tidak berolahraga.”
  • “Pertemuanmu dengan seseorang berlangsung sukses karena kamu tidak cukup menarik baginya, dan lagi pula, siapa yang ingin bertemu denganmu?”
  • Kita menganggap diri sendiri tidak cukup penting, apapun yang kita lakukan.

Suara-suara itu bisa menjadi sangat kasar dan tak terkendali, sebab tidak ada yang mendengarnya selain diri kita sendiri.

Jika ia terlalu mengambil kendali diri kita, ia akan menghilangkan berbagai pertimbangan objektif, kebaikan, dan aura positif yang kita miliki.

Lalu ketika kita menyadari suara tersebut, kita ingin segera mengalihkannya. Namun yang sering kita dapatkan justru rentetan suara lain dengan anggapan yang sama kasarnya, seperti:

  • Mengapa aku tak bisa bersikap lebih baik kepada diriku sendiri?
  • Mengapa suara ini tak bisa berhenti?
  • Mengapa suara ini tak bisa enyah saja?
  • Mengapa aku tak bisa merasa bahagia dengan diriku sendiri seperti orang lain?

Rasa ingin tahu adalah cara untuk menghilangkan kritik diri sendiri

Jika sikap kasar melahirkan kekasaran lainnya lagi, bagaimana cara kita menghilangkan kritik diri sendiri itu? Terapkan rasa ingin tahu.

Ya, ketika kita menghadirkan rasa ingin tahu, ia dapat menggeser dan meredam suara-suara yang sulit dikendalikan itu.

Menggunakan rasa ingin tahu merupakan sebuah upaya untuk mengganti, “Ah, keberhasilan ini hanya keberuntungan saja,” menjadi, “Wow, aku berhasil mendapatkannya. Namun suara di kepalaku mengatakan bahwa keberhasilan ini bukanlah upaya penuh dariku. Sebenarnya, sudah berapa lama aku mengatakan itu pada diriku sendiri? Dari mana suara itu berasal?”

Perbedaan sudut pandang dalam melihat kritik diri sendiri:

Anggapan

Kamu harusnya tidak merasa seperti ini.

Mengapa kamu sensitif sekali?

Kamu punya banyak sekali kebaikan dalam dirimu, kamu seharusnya tidak boleh merasa seperti ini.

Bisakah kamu berhenti? Rasakanlah seluruh kebaikan.

Sudahlah, lupakan.

Apa-apaan ini?

Rasa Ingin Tahu

Perasaan ini datang lagi. Sebenarnya apa ini?

Perasaan ini begitu kuat. Ingin kurasakan betul-betul.

Aku marah dan ya, tidak masalah. Hal ini tetap dapat membuatku bersyukur.

Sebenarnya apa sisi positif yang kudapat dengan adanya perasaan ini?

Apa yang kuperlukan untuk meredam kritik ini?

Hmmm, apa ini?

Melalui rasa ingin tahu, seseorang dapat mendengar dialog dalam diri dan dapat memberikan pertanyaan terhadapnya, seperti:

  • Apa yang bisa kupelajari dari suara yang terus-menerus berputar di dalam diriku ini?
  • Kapan saja suara ini ada dan kapan ia menghilang?
  • Apa tujuan kritik diri sendiri yang sesungguhnya?
  • Apakah kritik ini justru memberiku anggapan bahwa diriku ini tidak layak untuk berhasil?

Ketika kritik diri sendiri bersifat menghakimi, kasar, melihat dunia secara hitam-putih, dan membuat kita terus fokus pada kesalahan kita, maka rasa ingin tahu justru memberi kita kelembutan dan sikap penuh pertimbangan dalam melihat kritik diri sendiri.

Ketika rasa ingin tahu diterapkan, kita memberi jeda pada diri kita untuk dapat memahami letupan-letupan perasaan yang muncul.

Hanya dengan memahami, kita dapat mulai menghilangkan kritik diri sendiri yang kasar dan menghadirkan dialog matang untuk pikiran kita.

Baca juga: 

10 Cara Disukai Orang-orang Menurut Ahli Psikologi

Kenali Ciri-ciri Ini untuk Mengetahui Kepribadian Gelap Seseorang

 

RUJUKAN: 

Psychology Today

Sumber gambar: Halodoc

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…