Hari-hari ini kita menerima begitu banyak informasi tentang virus corona (COVID-19)di internet maupun dalam obrolan sehari-hari. Kekhawatiran mengenai penyebaran virus tersebut memang wajar. Namun kewajaran ini jangan dijadikan alasan untuk tetap tidak waspada.

Bila suatu saat kita mengalami batuk, suhu tubuh naik, atau dada sedikit sesak, jangan panik dlu. Bisa jadi kita cuma stres dan mengaitkan hal itu pada gejala-gejala yang dialami para penderita virus corona.

“Saat pandemi seperti ini, gejala psikosomatik bisa mirip orang yang terinfeksi COVID-19 seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas,” kata psikiatris OMNI Hospitals Alam Sutera, Andri kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/3).

Psikosomatik merupakan kondisi seseorang yang mengalami gejala fisik tetapi sebenarnya tidak ada masalah medis dan perubahan fungsi organ ketika diperiksa. Secara ilmiah hal ini dapat dijelaskan melalui sistem saraf tubuh.

Baca juga: Bagaimnana Tetap Tenang Ketika Informasi Virus Corona Simpang Siur

Mengutip CNN Indonesia, Gejala psikosomatik terjadi karena adanya ketidakstabilan sistem saraf otonom, di mana sistem saraf simpatis dan saraf parasimpatis tidak seimbang. Ini biasanya terjadi akibat faktor stres yang tidak mampu diadaptasi dengan baik. Kemudian tubuh mengalami tekanan terus-menerus lalu timbul gejala psikosomatik.

Di masa pandemi seperti saat ini, orang-orang akan rentan mengalami psikosomatik. Hal ini karena setiap hari orang menerima berbagai macam informasi simpang siur tentang berita virus corona. Dari hal ini timbullah rasa cemas yang mempengaruhi diri.

Andri menjelaskan, “Saat orang mendapat info yang bermakna dan terus-menerus, ini disimpan di amigdala, pusat memori. Pusat memori ini juga merupakan pusat kecemasan. Kalau kelebihan beban, juga akan merespons dengan kecemasan seolah merasa ketakutan luar biasa kibat keadaan itu. Ini suatu tekanan untuk diri kita, otak, stres, negatif, bisa jadi gejala psikosomatik.”

Baca juga: Membersihkan Hp Lebih Baik untuk Mencegah Virus Corona

Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, ia akan mengaitkan dirinya dengan informasi maupun hal-hal yang sedang terjadi. Di saat pandemi seperti ini, gejala psikosomatik bisa mirip dengan gejala virus corona. Gejala itu bukan sama, tetapi mirip. Demam yang dialami seseorang harus dicek kembali, apakah demam tersebut hanya demam biasa atau demam dengan suhu yang cukup tinggi. Begitu juga batuk dan pilek serta sesak napas.

 

RUJUKAN

CNN INDONESIA

LOKADATA

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…