Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata sagu? Di Indonesia bagian timur, sagu merupakan makanan pokok dan biasanya diolah menjadi bermacam-macam jenis makanan yang lezat.

Di beberapa tempat, kita juga sering melihat ada pedagang papeda. Makanan ini sangat khas, khususnya di Papua dan Maluku, di mana papeda terbuat dari bahan utama sagu dengan olahan pati. Secara alami tumbuhan sagu tersebar hampir di setiap pulau di Indonesia dengan luasan terbesar berpusat di Papua, sedangkan sagu semi budidaya terdapat di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

Mengutip dari situs PT Austindo Nusantara Jaya Tbk., pati atau tepung sagu diperoleh dari pemrosesan teras batang pohon sagu. Sagu termasuk tumbuhan monokotil, yang berkembang dalam rumpun. Pohon sagu memiliki batang yang tegak dan kuat di mana pertumbuhannya mengarah ke datangnya cahaya matahari. Umumnya, tinggi pohon, diameter batang, kandungan pati sagu per batang, dan jumlah tumbuhan per rumpun bervariasi menurut jenis sagu dan kondisi lahan tempat tumbuhnya.

Menurut Peneliti Sagu Indonesia Prof. Nadirman Haska, dikutip dari Detik, sagu telah ada dan menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia jauh sebelum beras masuk ke Indonesia saat dibawa oleh orang India beberapa abad lalu. Hal ini dibuktikan oleh relief atau pahatan di Candi Borobudur tentang palma kehidupan yakni ada nyiur (kelapa), lontar, aren, dan sagu.

Sagu Sumber Pangan Alternatif
Pohon sagu dipotong dan dicacah menjadi serpihan-serpihan kecil. Sumber

Jika Ditelusuri, Lomba Panjat Pinang Bukan Berasal dari Indonesia

Alternatif Lain Sumber Pangan

Ketergantungan masyarakat kita terhadap beras sangatlah tinggi. Ketika petak-petak sawah mulai berkurang dan beras yang dibutuhkan masyarakat semakin tinggi, maka mau tidak mau pemerintah mengambil langkah impor sebagai solusi. Padahal bila kita mau, kita dapat memilih sumber pangan alternatif lokal lainnya, yakni sagu.

Sagu merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK), yang memiliki peran besar dalam program diversifikasi sebagai pendambing beras selain makanan-makanan lain seperti jagung maupun umbi-umbian.

Makanan khas timur Indonesia ini sifatnya adaptif, sehingga kebal terhadap perubahan iklim atau musim. Sagu juga tumbuhan yang tergolong kuat karena tahan dalam kondisi ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan angin kencang. Ia juga ramah lingkungan karena dapat menyatu dengan hutan.

Bayangkan makanan-makanan yang sering kamu makan seperti mi, kue basah dan kering, kue beras, kerupuk, sosis, nugget, bakso, dll. Mereka semua dapat dibuat dari bahan dasar sagu tanpa mengurangi dan membuat rasa lezatnya berbeda.

Sagu, seperti makanan HHBK lainnya, juga memiliki beberapa kelebihan seperti kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi, bebas gluten, dan indeks gilkemiknya rendah. Sagu memiliki kandungan kalori sekitar 357, hampir menyamai jumlah kalori dari jagung yaitu 360 dan berat giling sekitar 366. Sagu juga cocok bagi konsumen berkebutuhan khusus dan dapat mencegah diabetes hingga kanker.

Sagu Sumber Pangan Alternatif 2
Banyak penjual mi di Selat Panjang, Riau, menjadikan sagu sebagai bahan dasar pembuatan mi. Sumber

Konsumsilah 5 Ini Setelah Olahraga untuk Memaksimalkan Manfaatnya

Manfaat

Mau tahu manfaat lain dari sagu? Merujuk dari Kumparan, berikut beberapa manfaatnya:

  • Kalium adalah salah satu kandungan yang ampuh untuk mengatasi masalah tekanan darah. Di dalam sagu, kalium berfungsi meredakan ketegangan di pembuluh darah, sehingga menurunkan ketegangan pada sistem kardiovaskular (sistem dalam jantung).
  • Karena sagu merupakan bahan pangan yang mudah diolah, ia juga menjadi makanan yang mudah dicerna. Sagu sangat baik dikonsumsi saat tubuh sedang mengalami masalah pencernaan. Sagu adalah pilihan yang tepat untuk lancarnya pencernaan tubuh kita.
  • Seperti dijelaskan di atas, sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Kandungan ini membantu tubuh kita memperoleh banyak energi. Studi dari jurnal PubMed melakukan eksperimen terhadap delapan atlet sepeda. Para atlet sepeda tersebut diminta memakan bubur sagu setelah berolahraga selama 15 menit. Hasilnya, performa mereka meningkat sebesar 4 persen pada sesi selanjutnya.
  • Selain karbohidrat, sagu juga mengandung zat besi yang baik dalam meningkatkan produksi sel darah merah. Dengan meningkatnya sel darah merah, aliran darah dalam tubuh akan semakin lancar. Maka, ketika sakit, tubuh akan mempercepat penyembuhan dan perbaikan.
  • Dengan kandungan kalori yang tinggi (sekitar 357), sagu ini baik dikonsumsi untuk mereka yang ingin menambah berat badannya. Dengan sejumlah kalori tersebut, kebutuhan kalori tubuh akan terpenuhi.
  • Menurut buku The New Oxford Book of Food Plants, dalam ilmu pengobatan tradisional India, sagu dan nasi dikombinasikan untuk mendinginkan suhu tubuh. Kombinasi tersebut menjadi obat herbal pada penyakit yang disebabkan karena paparan panas yang terlalu banyak, seperti produksi empedu yang berlebih.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…