Semua orang di era ini pasti tidak terlepas dari sebuah tulisan. Mulai dari menulis di buku diary, di sosial media, meninggalkan komentar di forum, mengerjakan tugas sehari-hari, sampai dengan berniat untuk membuat sebuah buku.

Untuk membuat tulisan menjadi sebuah buku tidak terlepas dari isi naskah tersebut. Nama penulis yang sudah banyak menerbitkan buku memang menjadi salah satu penentu kualitas tulisan mereka namun terkadang penerbit juga melihat isi cerita dari naskah tersebut apakah layak untuk dijual atau tidak.

Apakah kalian pernah bermimpi untuk menjadi penulis? Ingin tulisan kalian diterbitkan menjadi sebuah buku oleh penerbit mayor?  Berikut ini adalah tips agar naskah kalian dapat diterima dan diterbitkan:

Tema Naskah

Dalam menulis sebuah buku kalian harus dapat menentukan tema dan isi yang cukup menjual. Tema yang biasanya dimintai oleh pecinta buku bermacam – macam. Kalian dapat melihat – lihat di beberapa toko buku, tema buku apa saja yang sedang laris dipasaran sehingga kalian mendapatkan referensi untuk menentukan tema pada buku kalian. Tema ini adalah penentu awal apakah tulisan kalian akan dilihat atau langsung dikembalikan.

Baca juga: Langkah Awal Mengajari Anak Menulis Sejak Dini dengan 12 Tips Mudah

Kumpulkan Bahan

Setelah menentukan tema selanjutnya kalian harus mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan  tema tulisan tersebut. Pengumpulan bahan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti wawancara dengan narasumber, studi pustaka, pengamatan, atau gabungan dari ketiganya.

Bahan ini dapat memperkuat cerita pada buku anda nantinya misalnya kalian ingin membuat cerita mengenai masa orde baru maka kalian dapat mencari sumber-sumber tersebut dengan cara mewawancarai warga yang merasakan jaman orde tersebut. Mengumpulkan bahan ini dapat juga dengan cara banyak membaca buku karya-karya penulis lain. Dari karya penulis lain kalian dapat belajar bagaimana penulisan yang baik dan benar.

Kerangka dan Struktur Penulisan

Setelah bahan – bahan terkumpul mulailah menyusun struktur penulisan dengan cara mencatat gagasan dan ide yang kreatif dan menarik. Misalnya jika naskah yang ingin ditulis mengenai orde baru maka tulislah “order baru” ditengah lalu berikan cabang pada tulisan tersebut yang membahas mengenai sejarah, tragedi, kronologi, penduduknya dsb. Dari cabang tersebut buatlah anak cabang lagi, misalnya “penduduk” pada jaman itu di kategorikan kembali ke dalam pendidikan, asal usul, jumlah dsb. Dengan cara ini maka naskah yang disajikan akan lebih terstruktur.

Baca juga: Buku Ini Bukan Ditulis Manusia, Tapi Jadi Cikal Bakal Buku Masa Depan

Gaya Penulisan

Gunakan bahasa yang mudah untuk dipahami dan penggunaan EYD yang tepat adalah salah satu penilaian yang mendasar bagi penerbit. Kata – kata yang kalian susun harus mempunyai poweful dan kekuatan yang mampu menghipnotis pembaca. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan tema buku. Jika buku yang dibuat mengenai novel fiksi remaja maka gunakan tulisan yang disesuaikan dengan pembaca remaja, jangan gunakan bahasa yang terlalu tinggi dan sulit dipahami oleh kalangan remaja.

Ikuti Persyaratan Penerbit

Setiap penerbit pasti memiliki persyaratan tersendiri dalam menerima naskah. Ada banyak sekali standar yang di syaratkan oleh penerbit. Namun dari beberapa itu ada beberapa syarat yang lazim disertakan seperti margin, font, minimal naskah, referensi naskah, daftar pustaka, biodata penulis serta tata pengiriman naskah.

Itulah tips sederhana agar tulisan kalian diterima oleh penerbit. Sekarang, cobalah!

RUJUKAN

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…