Ditulis oleh: Ramses Tampubolon

Pengertian literasi secara sederhana adalah kemampuan membaca dan menulis. Selain itu, literasi berarti kemampuan memperoleh informasi dan menggunakannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pentingnya membaca merupakan awal dari pengembangan diri yang bersifat edukatif demi mencari suatu informasi yang baru. Hal ini sangat perlu dikembangkan baik itu mereka yang dari tingkat pelajar maupun masyarakat pada umumnya, terutama di wilayah Danau Toba.

Perlu kita ketahui bersama. Jika berbicara tentang Danau Toba, tentu kita mengingat sejarah yang mengatakan bahwa Danau Toba merupakan salah satu Danau terbesar di Indonesia. Mencari informasi tentang keindahan Danau Toba merupakan menjadi daya tarik tersendiri karena selalu ada yang baru darinya hingga saat ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya kunjungan ilmuwan, wisatawan mancanegara maupun dalam negeri yang datang ke Danau Toba dengan untuk melakukan penelitian maupun berwisata.

Di tengah pasangnya jumlah pendatang, kiranya perlu beberapa strategi agar minat membaca dan menulis di Danau Toba dapat menjadi daya tarik tersendiri. Berikut strateginya:

a. Menciptakan Suasana Pentingnya Membaca

Tentunya kesadaran akan adanya manfaat dari membaca sangat penting. Tidak hanya menghargai waktu, hobi membaca memiliki banyak keuntungan. Dengan emmbaca, kita memperoleh informasi yang lebih banyak dan menyeluruh. Membaca juga sangat efektif untuk mengingat kembali memori. Beberapa ahli mengatakan, membaca menjauhkan kita dari dimensi kerusakan pada sistem saraf yang salah satu dampaknya adalah penurunan daya ingat.

Hasrat membaca seseorang tentunya dapat dipenuhi dengan informasi menarik. Misalnya, dengan hasrat membaca, kita dapat mengetahui beberapa sejarah di sekitar Danau Toba baik itu pada zaman Kerajaan Batak maupun silsilah budaya Batak, di mana pengetahuan ini dapat kita temukan di beberapa tempat yang sudah menjadi ikon Kabupaten Samosir itu sendiri. Menumbuhkan kesadaran membaca dapat dimulai dari lingkaran terdekat, seperti keluarga.

Baca juga: TBM Kolong Ikut Pelatihan di Thailand Atas Panggilan Kemendikbud RI

Masih dalam konteks tentang Danau Toba, misalnya, orang tua dapat menyediakan buku bacaan di rumah yang berbaur budaya terutama tentang Danau Toba. Selain karena Danau Toba adalah tempat mereka bernaung, informasi yang perlu disampaikan adalah agar para pembaca tidak melupakan sejarah-sejarah yang memang sudah ada. Kepedulian tersebut tentu saja diimbangi dengan kerelaan orang tua menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli buku. Di sinilah peran orang tua sangat diperlukan untuk membangun budaya literasi yang melibatkan kearifan lokal budaya terutama tentang Danau Toba itu sendiri.

Meningkatkan Literasi Danau Toba
Bentuk rumah indah yang khas Batak di Samosir. (Dokumen pribadi)

b. Peran Pustaka Daerah

Sebagai pionir penggerak lterasi, perpustakaan punya peran yang tidak kecil. Hal yang perlu diperbaiki saat ini adalah memaksimalkan peran perpustakaan untuk membangun budaya literasi. Misalnya, menambah koleksi buku terbaru yang menampilkan budaya-budaya yang bervariasi di tiap-tiap daerah sekitar Danau Toba. Selanjutnya, tatanan perpustakaan perlu diperbaiki dengan menambah jumlah jam kunjungan dan digratiskannya peminjaman buku. Seluruh upaya tersebut dilakukan agar semua perpustakaan (tidak terkecuali di peprustakaan daerah maupun sekolah) menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, setidaknya di Danau Toba.

Dari hemat saya, akan jauh lebih menarik lagi adalah jika perpustakaan berupaya “menjemput bola” dengan istilah perpustakaan berjalan, di mana pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam mobil ternteu yang didesain berbentuk Olus Batak. Petugas, baik itu sopir atau pun mereka yang bekerja di bidang administrasi harus memakai pakaian yang bersifat menampilkan budaya. Maka dapat dipastikan, banyak orang yang akan ikut serta memeriahkan perpustakaan dan meningkatkan minat baca.

Baca juga: Kenali Metode Belajarmu: Belajar Kelompok atau Belajar Sendiri?

c. Membentuk Komunitas Baca Budaya

Komunitas baca merupakan perkumpulan orang-orang penggiat literasi, mereka yang gemar membaca, dan mereka yang antusias dalam hal pengembangan budaya Danau Toba. Komunitas ini dapat menjadi wadah bagi mereka pembaca dan penulis yang ingin mengisi pengetahuan dari seluruh penjuru dunia. Contoh: pertukaran informasi perkembangan Suku Batak di berbagai kawasan Danau Toba, jenis pakaian adat, tari-tarian, dan lain-lain.

Pertukaran informasi akan secara cepat didapat oleh rekan sejawat. Dengan adanya pertukaran informasi, wawasan tidak terfokus pada satu pola pembahasan. Adanya komunitas ini memberi pandangan yang luas, disertai saran referensi-referensi terbaru seputar buku-buku yang kita sukai. Selain itu, pembentukan komunitas baca berbaur budaya secara otomatis dapat mempromosikan suatu daerah yang mempunyai keanekaragaman budaya yang mempunyai daya jual tinggi.

Meningkatkan Literasi Danau Toba
Lanskap keindahan Danau Toba. (Dokumen pribadi)

d. Menuliskan ke Dalam Agenda Harian

Literasi itu tidak hanya membaca, tetapi prosesnya dilanjutkan dengan menulis. Pembiasaan menulis dapat dimulai dengan buku agenda harian. Pada era milenial sekarang ini, kegiatan menulis dapat dimulai dengan menulis blog tentang tempat wisata, misalnya. Atau menulis tentang sejarah Sigale-gale, awal terciptanya Danau Toba, dan lainnya. Menulis perlu didahului dengan kegiatan membaca karena keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang berkesinambungan. Oleh karena itu, orang yang terampil menulis biasanya juga pembaca yang baik.

Sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam hal pengembangan minat membaca terutama mengenai budaya, terlebih di seluruh kawasan Danau Toba. Pengembangan kurikulum tentang budaya Danau Toba sekarang dapat dituangkan dalam mata pelajaran muatan lokal di mana pengembangan pendidikan tersebut dapat dilakukan oleh sistem otonomi daerah. Di sinilah peluang emas untuk para guru dapat meluangkan atau menjelaskan semua keanekaragaman budaya Danau Toba. Para pelajar wajibnya mengetahui sehingga tidak lupa akan sejarah yang tentu sudah ada sejak dahulu kala.

Baca juga: 8 Tips Singkat Cara Menenangkan Pikiran Saat Menghadapi Ujian

Supaya memberi bayangan jelas dan menarik perhatian para pelajar, guru perlu menampilkan gambar-gambar yang lux sehingga pelajar tidak menerka-nerka. Lebih menarik lagi dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah sebagai pola yang dapat dilakukan dengan cara yang mengasyikkan, demi menghilangkan bosan dan pelajar dapat langsung melihat obyek sejarah yang terjadi. Ambil contoh kecil, kunjungan murah dan mudah, dengan mengunjungi Museum Batak di Tuk-tuk, Kabupaten Samosir, Museum Batak di T.B. Silalahi Center, Kabupaten Tobasa, dan banyak lainnya.

Selain itu, pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dapat membekali guru yang membidangi muatan lokal untuk dikirim ke pelatihan atau diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan seminar budaya terutama tentang budaya di dalam kawasan Danau Toba baik tingkat daerah maupun nasional dengan tujuan untuk menambahkan mutu SDM guru tersebut dan menghindari sistem mengajar yang monoton.

Oleh karena itu, pengembangan literasi di kawasan Danau Toba harus terus dilakukan sejak dini tanpa mengenal usia demi menjaga kelestarian Danau Toba yang meruapakan warisan nenek moyang kita. Kita harus dapat mengembangkan itu semua dengan memberikan informasi yang nyata dan tanpa rekayasa belaka sehingga para pencari informasi dapat menerima dengan baik. Timbulnya rasa memiliki Danau Toba itu sendiri, kalau bukan kita siapa lagi? Mari membudidayakan jiwa literasi berbudaya.

*) Artikel ini merupakan kiriman komunitas. Ide dan gagasan murni milik mereka. Punya tulisan yang mau diterbitkan? Kirim tulisanmu ke info.literasinusantara@gmail.com 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…