Tahukah kamu, seperti apa pola makan panjang umur yang diterapkan orang-orang berumur 100 tahun di Blue Zones? Blue Zones adalah lima wilayah dengan penduduk paling sehat dan paling panjang umur di dunia. Lima wilayah Blue Zones adalah:

  • Okinawa, Jepang
  • Sardinia, Italia
  • Nicoya, Kosta Rika
  • Icaria, Yunani
  • Loma Linda, California

Setelah banyak penelitian dilakukan, ternyata ada sembilan kesamaan yang umum di antara kelima wilayah tersebut, salah satunya pola makan.

Walaupun resep panjang umur mereka juga dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat, tetapi metode pola makan ini juga dapat diterapkan di mana saja.

Dalam seminar yang diadakan oleh Global Wellness Summit, jurnalis dan ahli Blue Zones Dan Buettner memberi kita beberapa cara yang dapat membuat kita panjang umur, yaitu pola makan panjang umur yang telah teruji melalui penelitian bertahun-tahun.

Apa saja bentuk pola makan panjang umur itu?

Minum anggur setelah jam 5 sore

Orang-orang Blue Zones suka berkumpul dan biasanya mereka makan malam dan minum dua gelas anggur bersama teman-teman.

Menurut Buettner, telah terdapat beberapa bukti yang menyatakan bahwa kebiasaan tersebut manjur untuk menurunkan tingkat mortalitas (kematian).

Ahli diet Tracy Lockwood Beckerman mengatakan, anggur kaya akan antioksidan dan memiliki kandungan anti-inflamasi yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Makan tumbuh-tumbuhan

Orang-orang yang hidup di Blue Zones telah mempraktikkan pola makan panjang umur dengan diet.

Diet yang dimaksud adalah mengisi sebagian besar menu makanan mereka dengan tumbuh-tumbuhan seperti sayur, buah, dan biji-bijian.

Buettner mengatakan, 90-100 persen makanan orang-orang Blue Zones adalah tumbuh-tumbuhan dan telah menjadikannya kebiasaan sebagai konsumsi harian.

Diet berbasis tumbuhan pun sangat baik untuk kesehatan jantung, usus, dan otak. Menu tumbuh-tumbuhan ini mengandung sedikit jejak karbon bila dibandingkan daging dan susu.

Banyak karbohidrat

Pola makan panjang umur yang dilakukan orang-orang Blue Zones lainnya adalah mengisi 65 persen kalori harian mereka dengan makanan yang mengandung banyak karbohidrat.

Makanan yang mengandung banyak karbohidrat memberi serat yang baik untuk usus juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal.

Namun, karbohidrat yang mereka konsumsi bukanlah produk-produk olahan seperti roti putih yang ada di supermarket.

Karbohidrat mereka adalah biji-bijian, hijau-hijauan, kacang, dan berbagai sumber pangan alami lainnya.

Buettner mengatakan bahwa satu kap makanan-makanan sehat tersebut (sayur, buah, kacang, biji-bijian) dapat memberi setidaknya empat tahun harapan hidup lebih panjang.

Sesekali makan daging

Menurut Buettner, di Blue Zones orang-orang hanya makan daging ketika ada suatu perayaan. Jika dihitung, paling tidak mereka makan daging hanya lima kali per bulan.

Ia menambahkan, porsi daging yang orang-orang Blue Zones makan pun tidak lebih besar dari setumpuk kartu atau sekitar 3 ons.

Dari sudut pandang sains pun masuk akal: Daging memang mengandung protein, vitamin B, dan zat besi. Tetapi terlalu banyak mengonsumsinya dapat mengakibatkan masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular dan kanker.

Selain itu, konsumsi banyak daging juga meningkatkan risiko kanker dan penyakit-penyakit lain yang menyebabkan kematian.

Minum air putih, kopi, dan anggur

Tidak ada soda dan minuman gula lainnya. Pola makan panjang umur yang ada di Blue Zones, menurut Buettner, salah satunya adalah dengan rutin minum enam gelas air putih per hari, segelas kopi di pagi hari, dan dua gelas anggur di malam hari untuk makan malam.

Puasa

Tidak berarti pola makan panjang umur yang ada di Blue Zones selalu identik dengan anggapan “diet” versi kita.

Selain karena pola makan yang mereka lakukan sudah jadi kebiasaan, bentuk pola makan mereka juga tergolong puasa. Lebih tepatnya, puasa intermiten.

Pengertian umum puasa intermiten adalah puasa yang dilakukan dengan makan seperti biasa selama beberapa hari dalam 1 minggu, dan berpuasa di hari-hari lain.

Tetapi sebenarnya aturan tersebut tidak baku. Puasa intermiten adalah sebutan lain untuk aktivitas puasa yang intinya mengurangi konsumsi harian untuk memberi jeda pada usus supaya beristirahat.

Orang-orang Blue Zones melakukannya dengan cara sarapan pagi banyak, makan siang cukup, dan makan malam sedikit.

Gambarannya: Dalam sehari, mereka cenderung makan semua kalori di 8 jam pertama dan 16 jam sisanya makan semakin sedikit supaya ada jeda yang cukup pada usus.

Namun puasa intermiten ini tidak diperuntukkan bagi semua orang, khususnya perempuan hamil, menyusui, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit yang disebabkan kurangnya makan.

Baca juga: 

Mengapa Tidak Melakukan Apa-apa Justru Membuat Tubuh Lelah?

Yuk Kenalkan Anak pada Sains dengan Eksperimen Sederhana Ini

 

RUJUKAN:

Medical Daily

Sumber gambar: Eatright

Leave your vote

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…